Wahai Jiwa yang Tenang

Wahai Jiwa yang Tenang

  • WpView
    Reads 5,130
  • WpVote
    Votes 561
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
Rasanya menyumpal mulut para tetangga menjadi resolusi abadi Kamayel. Cibiran miskin lah, dekil lah, tak punya masa depan, ah ... Kamayel muak. Berhasil keluar dari lingkaran kemiskinan nyatanya tak membuat mereka berhenti, apalagi di usianya kini. Kupingnya sudah pengang mendengar ocehan mereka yang tak punya inovasi untuk sekadar berbasa-basi. "Kapan nikah? Kok nggak pernah bawa pacar ke rumah? Mana gandengannya? Mentang-mentang sudah mapan, pasti standar istrinya jadi ketinggian." Apa salahnya masih sendiri di usianya kini? Toh angka 30 masih sangat wajar untuk mengejar mimpi dan karier bagi seorang lelaki. Pun perempuan, tak ada tanggal kadaluwarsa untuk berkeluarga, bukan? Karenanya, Kamayel hidup dengan rutuk pada banyak hal, terus mengutuk tiap orang, hingga hak diri atas cinta ... diabaikan tanpa sadar. Sampai, halte dan hujan membawanya pada seseorang serta kisah yang panjang: tentang ikhlas tanpa batas, syukur tanpa ukur, menerima tanpa tuntut apa-apa, juga tentang diri ... dan Ilahi. Kamayel ... dibuat membuka mata sebab kalimat sederhana, "Wahai jiwa yang tenang ... cinta tidak bisa menembus kepala dan hati yang riuh, Pak." "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya." Jadi, mari menjadi bagian yang tenang, di antara riak dan riuhnya kehidupan.
All Rights Reserved
#9
ikigai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tasawuf Cinta
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Takdir Sang Ilahi
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Pahala Surgaku✓
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]

"Karena sesungguhnya manusia hanya ingin di hargai tanpa tau caranya menghargai. Bahkan manusia hanya bisa menghakimi tanpa tau rasanya di hakimi. Dan parahnya lagi, berani berkata memaki tanpa tau apa yang terjadi." ~Alfa Aqila adalah sosok wanita yang di anugrahi wajah dengan paras yang begitu cantik. Aqila juga sosok wanita yang berkepribadian baik, rajin, peduli, dan juga rendah hati. Terlebih lagi dia terlahir di keluarga yang serba berkecukupan, sehingga mampu menambah poin untuk masuk ke dalam kata sempurnanya. Wanita berdarah campuran Indo-Turki ini juga bisa memasak berbagai jenis makanan. Tapi sayang, Aqila belum bisa dikatakan sempurna karena dia belum pandai menutupi auratnya. "Satu langkah wanita keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah pula ayahnya masuk neraka. Satu langkah seorang istri keluar rumah tanpa menutup aurat, satu langkah pula suaminya masuk neraka." Salah satu hadist yang di bacakan oleh seorang penceramah muda itulah yang selalu terngiang-ngiang di telinga Aqila. Dan dari situlah Aqila sadar bahwa menutup aurat itu wajib dan salah satunya dengan berhijab. "Sebuah Cerita Religius Pembimbing Jiwa-jiwa Pecinta💐." _____________________________________ Untuk kisah selanjutnya yuk ikuti ceritanya.. Dan jangan lupa untuk di vote dengan cara mengklik bintang yang ada di pojok kiri bawahnya ya.. dan kalau kalian suka dengan cerita ini jgn lupa di tambahkan di reading list juga😉. Welcome to my story~

More details
WpActionLinkContent Guidelines