Wahai Jiwa yang Tenang

Wahai Jiwa yang Tenang

  • WpView
    Reads 5,073
  • WpVote
    Votes 559
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 31, 2025
Rasanya menyumpal mulut para tetangga menjadi resolusi abadi Kamayel. Cibiran miskin lah, dekil lah, tak punya masa depan, ah ... Kamayel muak. Berhasil keluar dari lingkaran kemiskinan nyatanya tak membuat mereka berhenti, apalagi di usianya kini. Kupingnya sudah pengang mendengar ocehan mereka yang tak punya inovasi untuk sekadar berbasa-basi. "Kapan nikah? Kok nggak pernah bawa pacar ke rumah? Mana gandengannya? Mentang-mentang sudah mapan, pasti standar istrinya jadi ketinggian." Apa salahnya masih sendiri di usianya kini? Toh angka 30 masih sangat wajar untuk mengejar mimpi dan karier bagi seorang lelaki. Pun perempuan, tak ada tanggal kadaluwarsa untuk berkeluarga, bukan? Karenanya, Kamayel hidup dengan rutuk pada banyak hal, terus mengutuk tiap orang, hingga hak diri atas cinta ... diabaikan tanpa sadar. Sampai, halte dan hujan membawanya pada seseorang serta kisah yang panjang: tentang ikhlas tanpa batas, syukur tanpa ukur, menerima tanpa tuntut apa-apa, juga tentang diri ... dan Ilahi. Kamayel ... dibuat membuka mata sebab kalimat sederhana, "Wahai jiwa yang tenang ... cinta tidak bisa menembus kepala dan hati yang riuh, Pak." "Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya." Jadi, mari menjadi bagian yang tenang, di antara riak dan riuhnya kehidupan.
All Rights Reserved
#32
teologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAHABBAH [SELESAI]
  • Queen Alya Az-zahra (END & REVISI)
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • SEGITIGA CINTA
  • HAUQALAH CINTA (TAMAT)
  • Takdir Sang Ilahi
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Cinta Dalam Rohis
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Imam untuk Gladysa✓

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ "Aku mengkhitbahmu, karena ingin menghalalkan pandanganku kepadamu."- Fatih "Aku mengkhitbahmu karena Allah."- Zaky Hatinya sangat sulit memilih. Sangat sulit. Tidak ada yang memahaminya. Ia sangat bingung. Karena baginya, mencintai Allah lebih mudah darinya daripada mencintai makhluk. Ia masih bingung. Dengan mantap setelah hari berlalu tak terasa, iapun memberikan keputusannya. Yang berlainan dengan hatinya. Yang hatinya pun entah apakah ikhlas. Yang membuat jiwa dan fikirannya memberontak. Semuanya karena Allah saja. Ini bukan tentang kesempurnaan tapi saling menyempurnakan. --- Cerita ini cocok sekali bagi kalian yang menuntut ilmu, bagi kalian yang ingin memanfaatkan masa remajanya, dan bagi kalian yang ingin mengetahui bagaimana mencintai Allah dan karena Allah. Semoga bermanfaat :)

More details
WpActionLinkContent Guidelines