little cute smile 2

little cute smile 2

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2024
Di semester akhir perkuliahannya, Antonius menghadapi tekanan besar untuk segera lulus dan meraih gelar sarjana. Di balik senyum kecil yang selalu ia tunjukkan, tersimpan berbagai masalah yang rumit-mulai dari melunasi hutang yang menumpuk, hingga keinginannya untuk menjadi dewasa secara finansial dan ekonomi. Antonius tidak hanya ingin sekadar wisuda, ia ingin mengejar hidup yang lebih baik: memiliki bibit, bebet, bobot yang layak untuk membuktikan diri kepada orang-orang di sekitarnya. Namun, di tengah segala tuntutan itu, ada satu hal yang tak pernah hilang dari pikirannya-Luna, gadis yang dulu selalu memberinya senyuman di masa kecil. Antonius masih menyimpan perasaan untuk Luna, dan sekarang, lebih dari sebelumnya, ia bertekad untuk mendapatkan hatinya. Tapi, dengan semua masalah yang membelenggu, mampukah Antonius menyeimbangkan antara mengejar mimpi, menyelesaikan masalah hidupnya, dan memperjuangkan cintanya kepada Luna? "Little Cute Smile 2" adalah kisah perjalanan seorang pemuda yang berusaha keras meraih kedewasaan dan cinta di tengah tekanan hidup yang semakin menantang.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Cinta diantara Kelas dan Tawa
  • Aira
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Mengejar Kamu
  • TIME will TELL {On Going}
  • VALMORA
  • Cause We are Family
  • Bucin Ala Al [END]

Perasaan manusia adalah hal yang rumit untuk dipahami. Semakin keras usaha dalam memahaminya, maka semakin membingungkan pula urusan yang harus diselesaikan. Semakin lama semakin larut dalam ketidaknyamanan. Perasaan yang menggebu-gebu disaat wanita itu mendekatinya. Tak ada kepastian dari logika, tentang perasaan yang dirasakannya. Kemurkaan? Kebencian? Kecintaan? Tak heran, jika amarah dan cinta itu diumpamakan sebagai satu warna yang sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines