Awan
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2024
"Awan," sebuah kisah yang terjalin dari tiga sudut pandang yang menantang, kita diajak menyelami kegelapan dan harapan yang tersembunyi. Ibu Awan merasa ada sesuatu yang tidak beres pada anaknya setelah kembali dari sekolah ternama, menciptakan kecemasan yang membayangi rumah mereka. Sepupunya, yang bersekolah bersamanya, mulai curiga akan pengaruh buruk dari sosok misterius bernama Haitsam, yang tampaknya membawa Awan menjauh dari keluarganya. Namun, saat kita memasuki pikiran Haitsam melalui buku hariannya, terungkaplah kebenaran yang lebih dalam. Ketiga perspektif yang merajut sebuah misteri, menunggu untuk dipecahkan, di mana setiap petunjuk membawa kita lebih dekat pada jati diri Awan yang sebenarnya
All Rights Reserved
#86
ceritainspiratif
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Hujan Ingatan - Negeri Hujan Ingatan
  • Catatan Awan : Sudut Pandang Absurd tentang sebuah Kehidupan
  • Is It Home ?
  • Antara Garis dan Tatap
  • Warisan Gandari
  •  HAZELA
  • AFKARA [END]
  • Harapan dan semestanya
  • Perihal Sandwich(End)
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • GRIZLEN {On Going}
  • Evans life at School
  • Hingga Takdir Menguatkanku
  • An Imperfect Mind
  • Riuh Dalam Sunyi
  • Biru Langit

Citra selalu percaya bahwa keluarga adalah tempat ternyaman untuk pulang. Namun, bagi dirinya, rumah justru menjadi tempat yang paling menyesakkan. Di depan orang lain, Ayahnya tampak seperti sosok yang penyayang dan bertanggung jawab. Tapi di balik pintu rumah, hanya kemarahan dan tuntutan yang ia terima. Setiap kata yang keluar dari mulut Ayah lebih sering berupa bentakan daripada nasihat. Setiap harinya, ia harus belajar menahan air mata, berharap suatu hari Ayah akan melihatnya sebagai seorang anak, bukan sekadar seseorang yang harus selalu ia kontrol. Namun, harapan itu perlahan pudar. Saat semua luka semakin dalam dan kata-kata tak lagi didengar, Citra menyadari satu hal: ia telah kehilangan sosok Ayah, bahkan sebelum ia bisa benar-benar mengenalnya. Kisah ini adalah tentang perjalanan seorang anak perempuan yang berusaha bangkit dari bayangan masa lalu. Tentang keberanian untuk melepaskan, meski yang dilepaskan adalah seseorang yang seharusnya menjadi tempat berlindungnya. Bisakah seseorang tetap bertahan, meski tanpa sosok ayah disini

More details
WpActionLinkContent Guidelines