Finally Here, I Found You

Finally Here, I Found You

  • WpView
    Leituras 10,417
  • WpVote
    Votos 1,113
  • WpPart
    Capítulos 41
WpMetadataReadMaduroConcluída qui, nov 7, 2024
Setelah menyelesaikan kuliahnya dan diterima bekerja di hotel bintang lima sekaligus terbaik di Indonesia, Pia memutuskan untuk berhenti mengencani pria-pria kaya untuk menghidupi dirinya dan adiknya. Ia akan bekerja dengan benar dan tidak akan mengencani pria kaya manapun lagi. Suatu hari, Pia menemui seorang master Feng Shui karena desakan dari sahabatnya dan menurut master Feng Shui itu, wajah Pia benar-benar menarik pria dengan kekayaan, sehingga hampir mustahil jika Pia tidak terlibat dengan dua kategori itu. Akan tetapi, Pia sama sekali tidak mempercayai hal itu. Ia akan membuktikan kalau dirinya bisa terbebas dari pria dengan kekayaan itu. Namun sepertinya, Pia harus kembali menarik kata-katanya, karena belum beberapa hari dirinya bekerja di hotel Royal Mulia, ia harus terlibat skandal dengan putra termuda generasi ke tiga dari pemilik Royal Group. Apakah ucapan sang master Feng Shui memang benar adanya? Atau apakah pertemuannya dengan Benjamin memang satu di antara ribuan misteri yang Tuhan gariskan? Karena, ketika Pia dan Benjamin mulai merasakan cinta, Pia harus menerima kenyataan bahwa keluarga Benjamin adalah salah satu sebab dari penderitaannya selama ini. Jadi, yang mana yang harus Pia pilih? Melupakan masa lalu dan menerima Benjamin, atau melupakan Benjamin dan hidup dengan rasa sakitnya?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • As Possible
  • Destiny
  • His Darkest Side
  • Star Of You
  • Sekat, Tak Berjarak (SELESAI)
  • Ragu Semesta
  • Hired to Love (Direkrut untuk Cinta)
  • Marriage Blues (COMPLETED)
  • Brave to Love You

Masa tahun akhir masih berkisah seputar itu saja. Ify harus segera merampungkan masa studi nya dan beranjak dari kampung halamannya. Ia malas mendengar ocehan sanak saudaranya yang terus saja bergunjing tidak jelas. Ia memang, dia suka dirumah. Jarang keluar dan itu sudah terjadi sejak ia menginjakkan kaki di tempat ini. Bersosialisasi pun bisa dibilang sering tidak sering. Ia tak ingin merepotkan diri dengan cokolan tak berfaedah. "Kalau harus memilih, gue lebih pilih gak tinggal disini. Demi Tuhan!". "Kenapa sih Fy? Rumah itu kan punya mama lo". Iya Ify membenarkan hal tersebut. "Gak suka gue! Keluarga gue itu kebanyakan gibah nya! Hal gak penting aja diomongin. Malesin banget!". Di seberang sana teman satu PL nya terkekeh. Ia pernah mendengar cerita ini sebelum nya. "Trus lo mau nya kemana?". "Jauh dari sini deh! Ikut suami aja. Tapi gak dirumah mertua juga kali!". Kali ini Via terbahak. Rumah mertua memang momok yang menakutkan. Begitulah, Ify harus memilih berjalan dengan masa lalu yang masih terngiang di kepala nya atau berjalan angkuh dengan masa depan yang belum tau akan seperti apa menurutnya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo