31 parts Complete "Ih, Naufal kamu ngeces!" Anak-anak mendadak sibuk mengolok-ngolok Naufal, cowok culun yang duduknya pengen selalu di depannya itu buru-buru ngusap wajah. Kata Mina, sih dia suka caper sama guru makanya mau duduk di depan, sendiri pula tuh. Dan kayaknya terbukti juga. Oh, ya. Penampilannya kali ini sungguh menjijikkan, ada bekas air liur di pipi kanannya.
Naufal Si Culun namanya.
Yang paling membuatku geram sama Naufal itu karena dia punya hobi aneh dan meresahkan. Cowok itu selalu ngikut aku kemana pun pergi, kata teman-teman, Naufal pengen akrab sama aku. Tapi, ayolah. Siapa yang mau berteman sama anak kayak dia.
Jangan kasihan masa Naufal. Polos-polos gitu, dia suka ngusilin aku--seperti sembunyiin pulpen atau mengempesin ban sepedaku. Nggak apa-apa buatku, santai ajah. Toh, saat ketemu dia besoknya, aku nggak segan lagi hajar dia sampe babak belur.
Saat itu Naufal pasti memohon-mohon buat diampuni salahnya, tapi besoknya dia malah makin ngelunjak ajah. Makanya jangan kasihan sama muka polos itu--dia sebenarnya bangsat.
Aku pengen dia cepat-cepat mati.