Notifikasi Hati

Notifikasi Hati

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 16, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Dalam keremangan malam, sebuah notifikasi menghiasi layar ponselnya, seolah menyalakan cahaya kecil di tengah kegelapan. Awalnya, hanya sepucuk pesan sederhana seperti embun pagi yang lembut, menyejukkan hati yang dahaga akan kehadiran. Namun, seiring waktu, percakapan yang dimulai dengan basa-basi itu menjelma menjadi sebuah simfoni perasaan, mengalun dalam harmoni yang tak terduga. Meski ribuan kilometer memisahkan, hati mereka tetap terikat oleh benang halus kasih sayang yang tak bisa dilihat namun sangat terasa.Di dunia di mana jarak adalah penghalang, notifikasi-notifikasi itulah yang menjaga cinta tetap menyala. Namun, seberapa lama cinta ini dapat bertahan, hanya terjalin melalui kata-kata di balik layar? Apakah perasaan yang tersimpan dalam setiap notifikasi cukup untuk melawan segala rintangan yang menghadang di depan? Inilah kisah antara dua tokoh yang nyata, Ama dan Pian. Ama, seorang wanita yang penuh semangat dan impian, menjalani kehidupannya dengan cita-cita yang tinggi. Di tengah kesibukan dan rutinitasnya, ia menemukan kehangatan dalam sebuah pesan dari Pian, seorang pria dengan jiwa yang lembut dan penuh pengertian. Pertemuan mereka yang berawal dari notifikasi di media sosial menjadikan mereka terhubung dengan cara yang tidak terduga. Meski terpisah oleh jarak dan waktu, cinta mereka tumbuh subur di antara pesan-pesan yang saling bertukar.Kisah ini adalah kisah nyata tentang harapan, kerinduan, dan keberanian untuk mencintai meski ada rintangan yang harus dihadapi. Melalui perjalanan Ama dan Pian, kita akan menyaksikan bagaimana dua hati dapat saling melengkapi meskipun terpisah oleh jarak yang tak terhindarkan.
All Rights Reserved
#11
anaksmk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINDY : Sebelum Aku Pergi
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • Narasi patah hati
  • KETIKA HATI HARUS MERELAKAN
  • Meneroka Jiwa 2
  • Bukan salahmu

"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines