Story cover for Tuan Putri by RL_Jasmine
Tuan Putri
  • WpView
    LECTURES 2,595
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Chapitres 2
  • WpView
    LECTURES 2,595
  • WpVote
    Votes 128
  • WpPart
    Chapitres 2
En cours d'écriture, Publié initialement avr. 21, 2015
Riuh sorak-sorai menggema di sepanjang koridor kelas 3-B siang itu. Hampir seisi kelas berkerumun di sana, menyaksikan dua gadis berseragam yang tengah baku hantam. Tak ada satu pun yang berusaha memisahkan mereka. Anak-anak itu justru kelihatan menikmati tontonan yang sedang seru.

Salah satu dari kedua gadis yang berkelahi tampak kelelahan. Wajahnya dihiasi lebam, darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Dia baru saja mendapat pukulan keras di pipi kiri tanpa bisa membalas, tubuhnya terhuyung ke tembok. Lawannya menatap tanpa lengah sedikitpun, menunggu serangan balasan.

Tiba-tiba seorang anak lelaki berambut  jabrik datang dengan wajah panik. "Prilly!" teriaknya pada gadis yang masih berdiri kokoh. Pemuda itu menghampirinya, dan langsung saja dia terkena tendangan si gadis. Dirga terlempar jauh keluar dari kerumunan.

"Jangan mengganggu!" bentak garang gadis bernama Prilly itu.

Spontan anak-anak yang mengerumuni mereka mundur teratur, tidak ingin bernasib sama dengan pemuda jabrik tadi.

"Hyaaaa!"

Karin, yang semula bersandar di tembok tiba-tiba maju menyerang Prilly. Kedua tangannya menjulur seperti ingin menerkam. Namun dia belum beruntung karena Prilly lebih cepat darinya. Prilly menangkap tangan gadis itu, memuntirnya ke belakang hingga tak bisa apa-apa lagi sekarang.

"Kau tidak akan pernah menang dariku, Karin," kata Prilly sambil memperlihatkan seringai lebar.

"Kau lagi, Prilly?"

Suara seorang pria dewasa terdengar dari belakang kerumunan para murid. Mereka semua terkejut. Kerumunan itu membukakan jalan, dan terlihatlah sosok pria tinggi dengan baju training hijau. Matanya menatap kedua gadis petarung dengan tajam dari bawah alis hitamnya yang tebal.

"Pak Alaric…" Prilly cepat-cepat melepas kedua tangan Karin.

Mereka tertangkap guru!
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Tuan Putri à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#73syarief
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Dia Bahagiaku, écrit par HalloTia
19 chapitres Terminé
Prilly merebahkan dirinya di kasur yang sudah sepuluh tahun ia tinggalkan ke Amerika. Dia rindu bermain dengan Alan. Tetangga samping rumahnya yang dulu sering bermain dengan dia. Tapi, yang sebenarnya Prilly rindukan adalah kembaran Alan. Dari kecil, ia tidak pernah mau diajak main bersama. Sampai terakhir, dia ingin mengatakan iya menerima tawaran Prilly tapi dia urungkan karena tiba-tiba Alan datang. "Pril, ayo ke rumah Om Marafa."panggil Airi, bunda Prilly. "Wahh... Prilly makin cantik aja."Nura, mama Alan berkata ketika keluarga Prilly sampai di rumahnya. "Makasih tan."Prilly. "Prilly??"Alan berlari memeluk Prilly. "Hai Lan?" "Lho, anak kamu yang satunya mana?"Tanya Izama, ayah Prilly. "Dia jadi berandalan Za. Dia nggak pernah dengerin aku lagi."Marafa. Izama hanya mengangguk. Dia tahu, sebenarnya Rafa yang tidak pernah mendengarkan si kembar yang satu lagi. Memang benar, Prilly dekat dengan Alan tapi dia dekat dengan si kembar satunya. Anak itu sering menangis dipelukannya dan cerita kalau ayah dan bundanya selalu pilih kasih. Dia tidak sepintar Alan, dia tidak pernah bisa dibanggakan karena nakal dan selalu bikin ulah. Tapi Izama lebih menyukainya, karena dia memiliki skill beladiri yang tinggi, pendengaran dan penglihatannya sangat sensitive, Izama berencana menjadikan dia penerusnya di bidang sniper dalam satuan KOPASSUS. "Ali, kamu darimana?"Rafa mulai emosi. "Sekolah, Ali kan pakai seragam, ohh... atau ayah nggak pernah merhatiin Ali, basi."Ali hanya berdiri diam, tidak menoleh sama sekali. "Kok bajunya kotor gitu Li? Kamu berantem lagi?" "Apa peduli bunda sih? Anak kesayangan bunda Alan kan? Ali nomor terakhir, cuma sampah yang seharusnya dibuang."Ali berjalan ke kamarnya. Ini cerita pertamaku, tolong dibaca ya? kalau suka silahkan di vote, kalau ada kekurangan silahkan di coment, terimakasih semua.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
I Don't Understand cover
Beautiful Disaster cover
Dia Bahagiaku cover
Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔) cover
Prilly's Riddle (I LOVE YOU 1000 ×) cover
MY HANDSOME DRIVER cover
Always Love You cover
TAK INGIN KESALAHAN KE 2 cover
cwo culun itu pacar ku cover
cewek cupu cover

I Don't Understand

19 chapitres Terminé

"Lo harus jadi cewek gue!" Degh.. Prilly terkejut bukan main. Bukankah ini pertemuan ketiga mereka? Kenapa Ali sangat mudah berbicara seperti itu?. "Maksudnya?" "Lola ternyata! lo harus jadi pacar gue. Mulai detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini, lo resmi jadi cewek gue" "Tap.." "Gue gak terima penolakan!"cela Ali dengan senyum penuh kemenangan. "Lo nembak atau maksa gue sih?" Prilly menatap Ali kesal, bukankan Playboy biasanya menembak gadis dengan rayuan recehnya? Atau romantis yang di buat-buat. Tapi kenapa Ali menembaknya seperti pemaksaan?. "Kenapa? Lo gak terima? Banyak loh yang antri jadi pacar gue, masa lo mau nolak Most Wanted di sekolah ini?" Hey, seharusnya prilly senang. Ini jalan yang mudah untuk menaklukan Ali dan menjalani Misi dari Malik, tapi Prilly ragu jika sifat Ali keras kepala seperti ini. * * Damaniel malik. Sosok misterius namun ialah pemilik hati seorang gadis yang bernama Prilly Latuconsina, hadir sebagai sutradara di balik kisah cinta dua insan ini. Seolah ia yang menentukan dan mengatur segala sesuatu yg terjadi. Prilly yang memang mencintai Malik kini harus berusaha keras meluluhkan hati pria bad boy di sekolahnya (Aliando Syarief), hingga saat ia bertemu dengan pria yang kekasihnya maksud, kini mampu membuat prilly berada di titik yang di sebut dengan, Dilema.