Story cover for Mekar Bunga Matahari by nakaaw
Mekar Bunga Matahari
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 7
Ongoing, First published Oct 14, 2024
"Bersahabat dengan Skleroderma, memasuki dunia baru yang sangat indah dan bermakna. Berkutat dengan banyaknya pikiran negatif, menjadikannya Manusia paling bersyukur."

Adhis, perempuan berdarah Jawa dan Maluku yang baru saja terdiagnosa salah satu dari penyakit Auto Imun yang bernama SKleroderma harus menelan pahit, setelah dirinya gagal menikah dengan lelaki yang paling disayanginya. Namun, semenjak pindah ke Jakarta dan bertemu dengan orang-orang istimewah, Adhis mampu melewati masa-masa terpuruknya. 

persahabatan 5 orang yang akan melalui banyaknya duka dan suka menjadi campur aduk, Skleroderma yang menyatukan mereka.
All Rights Reserved
Sign up to add Mekar Bunga Matahari to your library and receive updates
or
#300rumahsakit
Content Guidelines
You may also like
Heartbeat Trauma by AnnisaCullen
7 parts Ongoing
Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?
SAYAP PUTIH SANG DOKTER CANTIK by mahira_123
4 parts Complete
Kisah seorang anak perempuan yang tumbuh kembang tanpa sosok figur Ayah yang bisa bertahan dengan keadaan keluarga yang berkecukupan, hidup mengandalkan hasil gaji dan pensiunan Bunda beserta Oma nya hingga bisa menjadi dokter sukses di keluarga nya. "BUNDAAAA!! OMAAAA!! DIRA LULUS SBMPTN KEDOKTERAN!!" Teriak Seseorang Hai kenalin nama aku Indira Ayu Pramodhawardhani, aku sering di panggil dengan sebutan Dira. Aku merupakan anak tunggal dari keluarga sederhana, Bunda ku bernama Ayodya Prameswari, dan Ayah ku bernama Purnama Syailendra. Bunda ku bekerja sebagai guru TK dan Ayahku merupakan pebisnis sukses yang bertempatan di suatu perusahaan yang berada di Jakarta, dan aku sendiri sedang menjalani pendidikan kuliah di salah satu Sekolah kesehatan yaitu UNIVERSITAS GADJAH MADA atau biasa di sebut dengan nama UGM. Aku hidup dalam asuhan Bunda dan Oma tanpa ada dekapan seorang Ayah. Mungkin bagi beberapa anak perempuan dengan adanya sosok Ayah merupakan hal yang sangat istimewa dan sangat berarti untuk hidup nya. Tetapi, rasa istimewa itu tidak bisa di rasakan oleh Dira yang merupakan anak semata wayang. Karena, Bunda serta Ayah nya bercerai dengan meninggalkan goresan luka untukku dan Bunda. Bagaimana kelanjutan kisah seorang anak bernama Indira Ayu Pramodhawardhani yang menjadi dokter sukses pertama di keluarga nya, apakah bisa bertahan hidup untuk melangsungkan kehidupan bersama Bunda serta Oma nya? Atau kah harus menyerah dan pasrah dengan keadaan? Ikuti cerita nya di halaman berikutnya! And selamat membaca :)
You may also like
Slide 1 of 9
Heartbeat Trauma cover
Cinta Pertama (Yoyo&Hana) cover
      Tαkdlr Yαng Mengαtαkαn (canfan) cover
FARMAKOLOVA cover
SAYAP PUTIH SANG DOKTER CANTIK cover
Langkah baru bersama mu cover
Summer On You [END] cover
A Letter to My Sister cover
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover

Heartbeat Trauma

7 parts Ongoing

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?