Koordinat 110

Koordinat 110

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 14, 2025
"Kenapa harus Semarang, Mi?" "Entah, aku juga ga tau tapi rasanya ada sesuatu di sana..." Empat tahun dari percakapannya itu dengan Ayla, Yumi mengerti mengapa hatinya begitu tertuju di kota itu hingga ia sangat ingin dan memiliki pendirian yang kuat untuk melanjutkan pendidikannya di sana. Bukan karna di sanalah kampus impian Yumi berada namun ada takdir lain yang mengikat Yumi hingga pilihannya jatuh di kota itu. Takdir itu bernama Nadhif, teman seangkatannya Yumi yang ia baru juga kenal menjelang wisudanya. Pertemuan yang sungguh tak terduga namun membawa keajaiban bagi Yumi. Bagaimana kisah Yumi dan Nadhif di kota itu? Dan mengapa mereka harus dipertemuan di kota dan pada waktu yang itu? Adakah hal yang istimewa dari kisah mereka berdua? Selamat membaca 👋🏻
All Rights Reserved
#346
self
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kembang Desa
  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)

Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta kembali oleh orang tuanya yang berada di desa. Menuruti adalah jalan terakhir yang harus di lakukan Dara. Dara pikir pulang ke kampung halamannya adalah pilihan yang sangat buruk, tetapi disana ia menemukan sesuatu yang sayang untuk dilewatkan. ~~~ Menjadi harapan satu-satu orang tua yang harus terjun ke dunia perdagangan, adalah takdir Biantara Pradikta (32), Bian yang merupakan anak laki-laki dari juragan tersohor se Kecamatan. Mempunyai adik perempuan yang masih berada di bangku menengah keatas, itulah alasan Bian tidak melanjutkan pendidikan paska lulus SMA. Memiliki sifat yang cuek dan tidak terlalu memikirkan tentang perempuan, padahal ibunya sering menyodorkan anak temannya untuk ia kencani, tetapi ia acuh tak acuh dengan itu. Sampai hadir seorang gadis jelita yang merupakan anak dari pengusaha beras di desanya, gadis yang menjadi buah bibir para tetangga, bukan hanya prestasi yang jarang orang dapat dikehidupan mereka, tetapi juga parasnya yang membuat para tetangga rela menyodorkan anak lelakinya pada gadis itu. Tetapi, mengapa Bian tidak menyukai itu! Cerita keseharian gadis incaran para pria dan calon menantu idaman ibu-ibu desa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines