KAMU DAN DOA [Tahap Revisi]

KAMU DAN DOA [Tahap Revisi]

  • WpView
    Reads 8,078
  • WpVote
    Votes 1,517
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 24, 2026
★☆★☆ Cinta adalah doa. Maka, orang yang mencintaimu pasti mendoakanmu. Kisah ini berisi doa serta rangkaian aksara dari gadis penyair penyuka bintang kepada laki-laki berbeda keyakinan. Nayla, sang penyair yang memuja Tuhan demi segenggam cinta dalam hatinya untuk Dirga, laki-laki yang berbeda keyakinan dengan dirinya. Air mata, dzikir, doa, juga sastra, menjadi bahasa yang ia pilih untuk mencintai salah satu makhluk Tuhannya yang ia sebut indah. Adakah bahasa cinta yang lebih indah dari yang ia pilih? "Ya Allah,"-ana uhibbuhu. Lalu, sepasang mata indahnya akan kembali bersimbah air mata. Akankah kisah yang ia bawa kehadapan Tuhan ini, berakhir indah? Atau, mungkinkah Tuhan merencanakan sesuatu yang lebih indah? ☆★☆★
All Rights Reserved
#807
nayla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Kamu Mengajariku untuk Dekat dengan Allah
  • Imam untuk Gladysa✓
  • Renjana
  • True Love [SELESAI]
  • Takdir Cinta Untuk Allisya
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • Dia dan Doa
  • FADLAN

Wira Arya Abimana, mencintai Jeanice Olive Pratiwi dengan segenap hatinya. Demi wanita itu dia berusaha menerjang dinding pembatas yang amat besar karena perbedaan keyakinan. Bahkan ketika sang ayah menjodohkannya dengan Nadhira Shakila Putri, Wira menolaknya mentah-mentah. Dia tetap yakin bahwa Jeanice akan meninggalkan keyakinan demi dirinya. Namun, harapan itu pupus ketika Jeanice lebih memilih melepas Wira. Mampukah Wira menerima Nadhira yang hadir dalam hidupnya bak seorang peri cinta? dan berusaha menyelamatkannya dari kesalahan besar yang akan dia pilih. Yaitu cinta dan keyakinan. Mampukah Nadhira bertahan di sisi Wira ketika penolakan demi penolakan dia dapatkan? "Jangan sok suci, Nadhira! Kamu hanya anak haram dari seorang simpanan." - Wira Arya Abimana "Aku tidak peduli apa yang kamu katakan padaku. Kamu harus mengakhirinya, Mas." - Nadhira Shakilla Putri. - "Aku bersedia masuk ke dalam keyakinanmu. Apakah kamu senang?" - Jeanice Olive Pratiwi

More details
WpActionLinkContent Guidelines