RUN : When We Must Survive

RUN : When We Must Survive

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 21, 2025
Apa yang akan kalian lakukan jika dunia sudah tak lagi bisa dipijaki? Bagaimana jadinya dunia bila akal sehat sudah sepenuhnya menghilang dari muka Bumi? Bisakah manusia bertahan hidup dari ancaman penyakit yang bermutasi menjadi lebih ganas? Sanggupkah kemamusiaan bertahan hidup di tengah mimpi buruk yang terus menyayangi?
All Rights Reserved
#55
zombieapocalypse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kelompok yang memanjakan diri dalam kiamat: Si cantik kecil yang lucu dimanjakan
  • RESET : Dunia Tanpa Kita
  • Lovi Survivor
  • Her Name Is Karina
  • Together Until the End
  • Reinkarnasi Bayi: Sistem Imut
  • NECROPOLIS
  • BIOPOCALYPSE : Extinction
  • Silent Prison

Penulis: Xiao Aluoya Genre: sentimen modern Status: Selesai Pembaruan terakhir: 15-10-2024 Bab terbaru: Teks utama Bab 230 Su Yan Ekstra (Akhir) Pengantar karya: [Hewan peliharaan grup + hewan peliharaan manis 1V1 + gaya penulisan santai + kecantikan lembut + protagonis pria yang berpikiran cinta] Yun Mo, orang terkuat di kiamat, dingin dan dingin, seperti mesin pembunuh tanpa emosi, dengan hanya zombie dan inti kristal di dalamnya matanya. Berpikir wanita hanya akan mempengaruhi seberapa cepat dia menghunus pedangnya. Hingga suatu hari, para penyintas menemukan bahwa ada seorang gadis kecil yang lembut dan lembut di samping Yunmo. Gadis kecil itu memiliki otot sedingin es dan tulang giok, lembut dan manis, dan setiap senyumannya bisa membuat hati orang bergetar. Pria yang sedingin es itu seketika berubah menjadi jemari lembut, matanya penuh kasih sayang dan cinta, dengan lembut melindungi hartanya. "Bayiku mudah tersinggung dan keras kepala, dan aku mencintainya!" "Bayiku sombong dan sombong, dan aku sudah terbiasa!" " Apakah kamu keberatan?" Mereka merasa gadis itu mudah tersinggung dan keras kepala serta hanya akan bertingkah seperti Jiao Didi. Seperti bunga yang mengelak, mereka melekat pada laki-laki. Sampai suatu hari ketika zombie mengepung kota, gadis itu datang seperti malaikat suci, dan puluhan ribu zombie menundukkan kepala mereka, dengan hormat menyambut kembalinya raja mereka. Tanaman mutan yang kejam itu mekar menjadi bunga kecil yang lucu karena tatapannya. Hewan mutan yang kejam itu sama jinaknya dengan anak kucing yang berperilaku baik di bawah telapak tangannya. Baru pada saat itulah semua orang menyadari betapa butanya mereka! Gadis itu sama sekali bukan bunga pengelak, tapi penguasa kiamat. Ini adalah satu-satunya harapan yang tersisa bagi umat manusia! />

More details
WpActionLinkContent Guidelines