RAJA IBLIS VS PARA PAHLAWAN

RAJA IBLIS VS PARA PAHLAWAN

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 17, 2024
DI SEBUAH KOTA YANG DI PENUHI OLEH MANUSIA, PENYIHIR TERLIHAT SANGAT DAMAI, PARA MANUSIA YANG MENGHORMATI RAJA MEREKA TERLIHAT SEDANG BERLARIAN MENUJU SISI ISTANA MANUSIA DAN PENYIHIR YANG SUDAH BERKUMPUL DI DEPAN KERAJAAN DI BUAT BERSORAK SANGAT KERAS KARNA MELIHAT RAJA MEREKA YANG MENGUCAPKAN KALIMAT YANG MEMBUAT MEREKA BAHAGIA. "WAHAI RAKYAT KU MULAI HARI INI AKU LION AKAN MENUGASKAN PAHLAWAN DAN KSTARIA UNTUK MEMBUNUH IBLIS YANG SERING MENGANGGU KEDAMAIAN KITA!," TERIAK RAJA YANG BERNAMA LION.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • The Miracle Of Crystals
  • Crazy Fox Lady (TAMAT)
  • Crystal!
  • [1] Takdir Putri Kecil Yang Liar
  • ESPINA DE ROSA I : The Shattered Crown [ON GOING]
  • Sang Panglima (Tamat)
  • Novel The Indomitable Martial King
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines