KALA HITAM BERMULA

KALA HITAM BERMULA

  • WpView
    LECTURES 67,026
  • WpVote
    Votes 5,532
  • WpPart
    Chapitres 27
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., mars 17, 2025
Gadis yang lahir dan besar di solo, harus pergi ke yogyakarta sendirian untuk menemani sang eyang yang sedang sakit. Sesampainya disana, eyang memberikan sebyah cincin batu juga perhiasan yang lain sebagai hadiah pada cucu tunggalnya, gadis itu pun tidur di pangkuan eyang dengan alunan tembang yang dinyanyikan eyangnya. Tak disangka, ketika gadis itu terbangun, hutan menyapa netranya. Dirinya terlempar ke masa lalu di era singhasari. Tak sampai disana, dirinya juga beralih menjadi seorang istri dari Pangeran Anusapati. Wanita yang tak pernah tercatat dalam sejarah, membuat gadis itu berfikir alasan mengapa dirinya kembali ke masa lalu, dua tahun tepat sebelum kematian Pangeran Anusapati terjadi di tangan Apanji Tohjaya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Yogyakarta dan Kenangan
  • Ken Umang dalam cinta Ken Arok
  • Cinta Sang Senopati  (END)
  • Kembang Kinasih (TERBIT)
  • Jejak Waktu
  • Vilvatikta
  • Sandyakala [ON GOING]
  • GARWA RAHASIA: Bayang-Bayang di Balik Tahta
  • SMARA DALAM BAYANG
  • Yogyakarta Mendarah

Cerita ini adalah karya asli milik EHANN. Dilarang menyalin, mendistribusikan, atau mempublikasikan ulang tanpa izin. Prolog. Langit senja di Jogja selalu membawa perasaan yang sulit dijelaskan. Ada kehangatan yang menguar di antara jingga yang memudar, ada rindu yang berbisik pelan di antara angin yang berhembus. Bagi sebagian orang, Jogja hanyalah kota yang penuh hiruk-pikuk mahasiswa dan pelancong. Tapi bagi Amerta, Jogja adalah tempat di mana semua kenangan bermula-dan mungkin, berakhir. Ia berdiri di depan jendela kamarnya, menatap cahaya lampu kota yang mulai berkelip. Di dalam genggamannya, sebuah buku tua dengan lembaran-lembaran yang sudah mulai menguning. Tangannya membolak-balik halaman, membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah ia buat di masa lalu. Setiap kata, setiap kalimat, adalah fragmen dari perasaan yang pernah ada. Tentang pertemuan di tengah hujan. Tentang perdebatan kecil yang berubah menjadi kebersamaan. Tentang tawa, tangis, dan perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari. Dan tentang seseorang yang, hingga kini, masih menyisakan jejak di hatinya. Amerta menghela napas pelan. Ia tahu, tak semua cerita berakhir seperti yang diharapkan. Tapi ada satu hal yang ia yakini-Jogja akan selalu menjadi saksi dari perjalanan mereka. Karena Jogja bukan sekadar kota. Jogja adalah kenangan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu