Surat Terakhir dari Amara

Surat Terakhir dari Amara

  • WpView
    LETTURE 15
  • WpVote
    Voti 11
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, giu 27, 2025
Amara seorang pengidap anemia akut, semua rasa lemahnya bisa disembunyikan, hilang dilipur oleh teman-temannya. Ditempat yang jauh, dia tidak memberitahu teman-temannya tentang menyakitnya ini. Tetapi disaat terakhir sebuah pengakuan datang dari secarik kertas. Untuk kalian Para Pelipur Sakitku. • Parandhana Rafindra Dwika • Haniela Puswita Jati Kusuma • Asvita Khairunadya • Anggalla Pramoedya Wilaknasa
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • "Beneath Her Forbidden Touch"
  • BACKSTREET
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {End}
  • One Shoot my baby KIM SUNOO🔞!
  • Mission
  • Change The Plot (Niel)
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti