Story cover for silent killer by Shafao_o
silent killer
  • WpView
    LECTURES 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 2
  • WpView
    LECTURES 33
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 2
En cours d'écriture, Publié initialement oct. 15, 2024
"setiap lolongan yang ku dengar, mengingat kan ku kepada hal hal yang telah ku hancurkan"


~~~~~

di perlihat kan seorang laki laki yang sedang berdiri di atap sebuah gedung yang sangat tinggi. 

lelaki itu tengah menatap gelap nya malam yg sunyi,

AUUUU.... 

terdengar sebuah lolongan yang panjang
dan dalam sekejap! 

lelaki itu berubah! 
Mata nya Berubah menjadi merah, gigi taring nya mulai muncul, rambut nya mulai memanjang. 


THIS IS FANTASI STORY
BY:Tsuroyya, Shafa, Syifa
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter silent killer à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#106calvin
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Eshal Renjana (Lengkap)✔, écrit par Nana_Kiyowoo
56 chapitres Terminé
"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 7
Eshal Renjana (Lengkap)✔ cover
SOUL horror 3 ( Stay ALONE ) cover
The Hunter's Moon (Moon Series #1) cover
Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going] cover
ANTAGONIS WIFE'S cover
Lucifer of Mate cover
Vamp Prisioner cover

Eshal Renjana (Lengkap)✔

56 chapitres Terminé

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.