PENGORBANAN LILIANA

PENGORBANAN LILIANA

  • WpView
    Lecturas 156
  • WpVote
    Votos 52
  • WpPart
    Partes 18
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, oct 15, 2024
WpInfo
Ficción
Misterio
Malam itu, suara hujan deras menjadi latar dari kegelapan yang melingkupi sebuah kota kecil di tepi bukit. Di sebuah rumah tua dengan jendela-jendela yang mulai lapuk, Liliana Aurelia Aurita menatap keluar jendela kamarnya, mengamati titik-titik air yang menetes tanpa henti. Pikirannya terperangkap dalam masa lalu, dalam kenangan yang menjerat dirinya ke dalam pusaran rasa bersalah. Liliana menggenggam erat sebuah surat tua yang sudah lusuh, surat terakhir dari adiknya yang hilang secara misterius dua tahun yang lalu. Mata hazelnya penuh dengan bayang-bayang kesedihan. Tidak ada yang tahu ke mana adiknya pergi, namun dalam hatinya, Liliana selalu merasa sesuatu yang lebih kelam terjadi malam itu. Suara pintu depan berderit membuatnya tersentak. Ia berbalik dengan cepat, namun ketika sampai di pintu, hanya angin dingin yang menyambutnya. Seperti ada yang diam-diam mengamati, tetapi tidak pernah menampakkan diri. Sebuah rahasia mengelilingi keluarga mereka, dan Liliana tahu bahwa ia harus mengungkapnya, meskipun itu berarti menghadapi kebenaran yang tidak ingin ia temukan. Malam itu menjadi awal dari sebuah perjalanan yang akan membawa Liliana ke dalam jalinan misteri, pengkhianatan, dan kehilangan yang lebih dalam dari yang pernah ia bayangkan. up..up..up ya sengg
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sekolah di Balik Kabut
  • Kaca yang retak
  • No Time To Die
  • Misteri Rumah Tua
  • CEYRON ALLISTAIR
  • Mantra Penghancur Moral
  • LANGIT DI BALIK JENDELA
  • Dinding Sunyi

Livia berdiri di depan pintu gerbang SMA Harapan Baru, menatap bangunan besar yang tampak lebih tua dari yang ia bayangkan. Sekolah ini tidak seperti sekolah-sekolah lain yang pernah ia lihat. Gedungnya tinggi, dengan arsitektur kuno dan cat dinding yang mulai memudar. Di sekitar sekolah, kabut tipis menggantung di udara, memberi kesan bahwa segala sesuatu di sini selalu diliputi misteri. Livia merasa cemas, meskipun ia berusaha menyembunyikannya. Pagi ini adalah hari pertama di sekolah baru setelah keluarganya pindah ke kota ini. Sebagai anak yang sering berpindah-pindah tempat tinggal karena pekerjaan orang tuanya, ia sudah terbiasa dengan kehidupan baru, namun kali ini ada sesuatu yang berbeda. Di dalam dirinya, ada sebuah kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, sesuatu yang tidak dimiliki oleh anak-anak seusianya. Sejak kecil, Livia sudah bisa merasakan hal-hal yang tidak bisa dilihat orang lain-suara-suara di malam hari, bayangan yang bergerak tanpa sebab, dan kadang-kadang, ia bisa mendengar bisikan yang membuat hatinya berdebar. Ibunya selalu mengingatkan untuk tidak memberitahukan siapa pun tentang kemampuan ini. Dunia orang biasa, katanya, tidak akan mengerti.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido