KERASUKAN MASSAL DI SEKOLAH

KERASUKAN MASSAL DI SEKOLAH

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 16, 2024
Kerasukan massal yang terjadi di sekolah, rupanya bukan musibah biasa. Ada sebab musabab mendasar yang membuatku terjerembab ke dalam pusaran misteri hingga dipertemukan dengan sesosok kuntilanak narsis. Kejadian pembunuhan 10 tahun silam di sekolah, tersibak perlahan. Ada benang merah kuat yang mengikat, kenapa aku sampai terlibat dalam misi berbahaya ini. Berbagai kejadian mengerikan kualami sampai akhirnya berada di tujuan utama. Siapa pun tidak akan percaya, jika remaja seusiaku, perempuan pula, mampu menguak kasus hukum yang sengaja dibenam dalam-dalam dan memberikan keadilan bagi korban yang dikubur tidak layak di toilet belakang sekolah. Ikuti perjalananku dengan teman-teman, jika kalian penasaran.
All Rights Reserved
#17
kerasukan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diary Of Rain [END]
  • Pembunuh Di Sekolah
  • PSYCO GIRL /Psychopat Trap (TELAH TERBIT)
  • Brilliant: School Accident
  • •Pantai Terlarang Rahasia Umum•
  • MURDERER IN THE SCHOOL SEASON 2 [COMPLETED]
  • Bulan & Sunny: Toilet Misteri di Lantai Dua
  • Koridor Sekolah ✔ ||  (TELAH TERBIT) ||

Aku beringsut berdiri dan berniat meninggalkan kamar ini secepatnya. Tapi tanganku dicekal olehnya dan langsung ku sentak dengan keras hingga terlepas. "Rain..." panggil Lano namun tak berniat ku hentikan langkah ini ataupun menoleh kebelakang. Namun ketika menyentuh kenop pintu, dua lengan kekar memelukku dari belakang. "Jangan pergi" hembusan nafas yang terasa panas menerpa kulit leherku yang terbuka. Aku memberontak dan memukul-mukul tangannya yang melingkar diperut "Lepas! Lepaskan!!!" teriakku dengan suara parau Bukannya melepas, Lano semakin mengeratkan pelukannya. Tenagaku terkuras habis, sebanyak apapun tenaga yang ku keluarkan untuk lepas dari kukungannya hasilnya tetap sama. Aku masih dalam dekapannya. "Aku benci kau Lano..." Pandanganku memburam seiring mata yang tertutup. Akhirnya aku menyerah dalam pelukannya. Disisa kesadaran aku mendengar suaranya yang nyaris seperti bisikan. "Maaf..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines