Star Dream

Star Dream

  • WpView
    Reads 212
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2024
Sebuah kehidupan keluarga harmonis yang memiliki suasana keluarga cemara. Namun, kehidupan itu berubah ketika Nia pindah sekolah dan membuat Nia jauh dari keluarganya. Nia harus merasakan kehidupan yang sengsara dan jauh berbeda dari kehidupan lamanya, yang akhirnya mampu merubah kehidupannya. Apakah Nia harus menjalani kehidupan yang sengsara ini selamanya? Apakah Nia masih bisa merasakan kehidupannya yang dulu?. "Aku pasti bisa! aku pasti bisa! aku kuat... pasti bisa kan...?" -RANIA VANYA MAHENDRA-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Di Kota Tempat Kamu Berada
  • Embrace again, Arnan
  • ASRAR [TERBIT]
  • Bayangan di Balik Sekolah
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Let Me Smile : Cerai dan Bahagia (END) ✓
  • Sebelum Kau Mengetuk
  • Mimpi Itu Jauh
  • Warisan Tak Terduga [END]
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines