Semua Baik-Baik Saja, Katanya [ON GOING]

Semua Baik-Baik Saja, Katanya [ON GOING]

  • WpView
    Reads 1,143
  • WpVote
    Votes 496
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
[BUDIDAYAKAN SETELAH MEMBACA, JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN] ▀▄▀▄Sinopsis▄▀▄▀ Di sebuah kota yang selalu terlihat "baik-baik saja", Kala mulai menyadari ada sesuatu yang disembunyikan di balik tawa dan berita yang terasa terlalu sempurna. Saat orang-orang memilih untuk diam, ia justru mempertanyakan segalanya. Namun semakin dalam ia mencari kebenaran, semakin jelas bahwa di tempat ini, kejujuran adalah hal yang paling berbahaya. Simak cerita lengkap disini~~
All Rights Reserved
#575
darkstory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • DANADYAKSA
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • ALVIN (On Going)
  • [✓] Transmigrasi: Kembali Ketahun Ketika Ayah Saya Masih Sekolah
  • Paradise
  • Caliorate: The Wilted Gardenia
  • Twins Different ( End )

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines