Harapan Dibalik obat

Harapan Dibalik obat

  • WpView
    GELESEN 7
  • WpVote
    Stimmen 2
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mi., Okt. 16, 2024
Di sebuah kamar kecil yang dipenuhi sinar mentari pagi, terbaring seorang gadis kecil bernama Nala. Wajahnya pucat, matanya redup, dan tubuhnya lemas. Penyakit ganas telah merenggut semangatnya, membuatnya lemah dan tak berdaya. Namun, di balik tubuh ringkihnya, tersimpan tekad yang kuat. Nala tak mau menyerah. Ia berjuang melawan rasa sakit yang menusuk tulang, menahan rasa mual yang tak henti-hentinya. Setiap hari, ia berjuang untuk bangun dari tempat tidur, untuk tersenyum kepada orang-orang yang mencintainya. Di matanya, terpancar semangat juang yang tak terbendung. Nala tahu pertempuran ini berat, tetapi ia tak akan menyerah. Ia percaya pada kekuatan doa, pada cinta dan kasih sayang yang mengelilinginya. Ia berpegang teguh pada harapan, bahwa suatu hari nanti, ia akan kembali sehat dan dapat bermain bersama teman-temannya di taman. Kisah Nala adalah kisah tentang kekuatan jiwa yang tak terbendung, tentang semangat juang yang tak pernah padam, dan tentang cinta yang mampu mengalahkan segala rintangan.
Alle Rechte vorbehalten
#804
penyakit
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • LUKA PUNYA CERITA
  • Angkasa dan Cerita
  • About Nala [Selesai]
  • AZRAN DENGAN KISAH NYA
  • Keabadian Cinta Sejati
  • Sejenak Luka
  • "Luka Dalam Senyuman: Kisah Nara"
  • Stepbrother✔️ [Tamat]
  • lupus

Tidak semua pengorbanan berujung kebahagiaan. Naylin dan Zirka terjebak dalam lingkaran perasaan yang rumit, membuat mereka mengambil keputusan-keputusan bodoh, yang mereka kira adalah pengorbanan, ternyata cara lain untuk saling menyakiti dan menghancurkan satu sama lain. Di tengah sandiwara dan kebohongan yang terus mereka susun untuk menutupi luka, justru mereka harus kehilangan satu persatu hal paling berharga dalam hidupnya. Lalu, sampai kapan mereka harus terus berpura-pura? Menyaksikan orang-orang yang mereka cintai membuang hatinya untuk orang lain yang tak akan pernah menoleh ke arahnya. Sampai kapan mereka terus menukar kebahagiaannya? Demi semesta yang bahkan tak pernah sudi melihatnya. Sampai kapan mereka menyiksa diri sendiri? Terus menerus menyangkal perasaannya, bertindak seolah manusia bisa mengendalikan takdir. Mereka lupa bahwa Tuhan lebih berkuasa. Dan apakah mereka akan jujur? Atau menunggu semuanya hancur? Atau malah kebohongan itu membuat mereka ... ********** Eeeeiitttt! Jangan mudah tertipu deskripsi nya yaaaa, karena kita ga akan tahu seberapa banyak luka yang akan bercerita, jika hanya melihatnya dari deskripsi pembuka. Dan sedikit clue, luka di sini mungkin ga ada obatnya. Start Oktober 2023

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien