Homo Sapiens

Homo Sapiens

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Oct 16, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Di tengah gemerlap kota yang tak pernah tidur, seorang individu terseret dalam rutinitas harian yang hampa, menjalani hidup seperti aktor dalam lakon tanpa penonton. Hari-harinya bergulir tanpa arah, sementara pikiran-pikirannya dipenuhi pertanyaan yang berputar tanpa ujung. Ketika malam datang, ia terjebak dalam dialog batin yang menggugah, di mana kehidupan dan kematian seolah hanya dua sisi dari absurditas yang sama. Di ambang keraguan dan rasa asing terhadap eksistensinya sendiri, ia berhadapan dengan pilihan-pilihan paling sunyi. Mencari makna dalam kekosongan, ia perlahan terseret menuju kesadaran yang tidak mudah didefinisikan-sebuah kesadaran yang mungkin membawa penerimaan, atau justru pemberontakan. Namun, di sepanjang perjalanannya, ia menyadari bahwa kadang-kadang, jawaban terbesar datang bukan dari menemukan makna, tetapi dari perjalanan memahami keberadaan itu sendiri.
Creative Commons (CC) Attribution
#82
filsafat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Boys With Luv
  • Obliviora
  • Iyrin: Di Balik Sayap dan Bisikan
  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Pangeran Kegelapan

Zetta Maharani hanya seorang gadis yang ingin memperjuangkan masa depannya. Dia bahkan rela meninggalkan kampung halamannya untuk menggapai mimpi serta cita-citanya. Tapi bagaimana kalau dia tiba-tiba saja memasuki sebuah novel dark romance yang setiap pemerannya adalah orang sakit jiwa?

More details
WpActionLinkContent Guidelines