Unapologetic

Unapologetic

  • WpView
    Leituras 10,337
  • WpVote
    Votos 266
  • WpPart
    Capítulos 46
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jul 10, 2025
Grietta Kimberly Gadis ceroboh yang selalu menyusahkan "musuh bebuyutan" nya. Tapi dibilang musuh mereka tidak benar-benar saling benci. Dibilang sahabat mereka tidak pernah akur bila bersama. Grietta yang kurang peka dan Gibran yang salah dalam bersikap dan mengutarakan apa yang ia rasakan. Saat mereka sudah mulai akur, tapi ada saja rintangan yang akan membuat mereka kembali bertengkar bahkan menjauh bagaikan orang asing. "Paha lo Kimmy!" "Aksa jangan gangguin gua mulu." "Genit banget sih." "Iri lo?" "Nyusahin mulu lo." "Gua juga nggak mintak tuh lo tolongin." "Jalan lurus aja bisa jatoh? Emang dasar goblok!." "Itu namanya lo sandung oon. " "Yang bikin nangis Kimmy tadi maju!." "Aksa sakiit." "Gausah manja! Dunia gua nggak semua tentang lo." "Gua gakenal lagi sama lo Aksa. Lo kayak orang asing sekarang." "Berarti kedepannya lo bisa bersikap seolah kita memang nggak saling kenal." Update setiap hari🫶🏻
Todos os Direitos Reservados
#967
gibran
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo