Diary Luka Laut Atlas || END

Diary Luka Laut Atlas || END

  • WpView
    Reads 148
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 26, 2025
"Diary Luka Laut Atlas" Kisah dua remaja yang terjebak dalam luka masa lalu, berjuang melawan trauma, dan menemukan harapan di tengah kegelapan. Di SMA Ragasa Pramudja, perjalanan hidup mereka bersinggungan, mengungkap kisah perjuangan, persahabatan, dan kebangkitan dari masa lalu yang menghancurkan. Bisakah mereka menemukan arti kehidupan di balik luka mereka?
All Rights Reserved
#316
kisahremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Fajar & Senja
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Love?
  • HOME FOR WOUNDS
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • MY CRUSH
  • Yang Tak Pernah Kembali - On Going
  • MEMELUK LUKA [END]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines