"Terima kasih" Katanya (On Going)

"Terima kasih" Katanya (On Going)

  • WpView
    Reads 551
  • WpVote
    Votes 281
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 13, 2025
"Mungkin untuk harta aku menang, tapi tidak untuk kebahagiaan." Annala hidup di tengah kemewahan, tapi tidak pernah benar-benar dimiliki oleh kasih sayang kedua orang tuanya. Sampai suatu hari, di usia lima tahun, ia bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Shaka. Mereka bersekolah di tempat yang sama dan menjadi sangat dekat. Rumah Shaka pun perlahan menjadi rumah kedua bagi Annala. Namun di usia tujuh tahun, mereka harus berpisah. Tak ada pesan perpisahan-hanya keheningan dan rindu yang tertinggal. Sepuluh tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Shaka telah berubah menjadi Alan-dan Annala tidak langsung mengenalinya. Tapi waktu menyatukan mereka lagi, dan perasaan yang dulu belum sempat tumbuh... kini mulai bersemi. Sayangnya, cinta itu dipelihara dalam diam. Annala dengan gengsinya. Alan (Shaka) dengan rasa tak percaya dirinya. Akankah salah satu dari mereka punya cukup keberanian untuk menyuarakan perasaannya? Dan mungkinkah cinta bisa menyembuhkan luka lama-termasuk luka Annala dari keluarganya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Defleksi
  • Aksa
  • NAWACITA [TERBIT]
  • ANTARA KITA
  • JUNTALA ✔️
  • ENIGMA : When We Are { TERBIT }
  • Kisah Sempurna
  • RAPUH!
  • Marakarma
Defleksi

Shi Ayra Raendra mungkin satu dari sekian banyak calon anak broken home. Keretakan rumah tangga orang tuanya mengantarkan Shiay pada fakta bahwa dia adalah anak hasil di luar pernikahan. Mama dan Papa menggunakan kehadirannya agar mereka dapat menikah, dulu, saat cinta monyet masih membuat mereka mabuk. Kini, setelah mengetahui perselingkuhan Papa dan betapa materialistis mamanya sendiri, tidak ada lagi yang Shiay inginkan, selain pergi dari rumah. Sayang, rencana kaburnya buyar karena sebuah kecelakaan. Shiay pikir, dirinya sudah mati sebelum menyadari tubuhnya terbaring di bankar rumah sakit. Kecelakaan tersebut memang tidak mengantarkan Shiay pada kematian, melainkan pada takdir-takdirnya di masa depan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines