"Terima kasih" Katanya (On Going)

"Terima kasih" Katanya (On Going)

  • WpView
    Reads 548
  • WpVote
    Votes 281
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 13, 2025
"Mungkin untuk harta aku menang, tapi tidak untuk kebahagiaan." Annala hidup di tengah kemewahan, tapi tidak pernah benar-benar dimiliki oleh kasih sayang kedua orang tuanya. Sampai suatu hari, di usia lima tahun, ia bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Shaka. Mereka bersekolah di tempat yang sama dan menjadi sangat dekat. Rumah Shaka pun perlahan menjadi rumah kedua bagi Annala. Namun di usia tujuh tahun, mereka harus berpisah. Tak ada pesan perpisahan-hanya keheningan dan rindu yang tertinggal. Sepuluh tahun kemudian, mereka bertemu kembali. Shaka telah berubah menjadi Alan-dan Annala tidak langsung mengenalinya. Tapi waktu menyatukan mereka lagi, dan perasaan yang dulu belum sempat tumbuh... kini mulai bersemi. Sayangnya, cinta itu dipelihara dalam diam. Annala dengan gengsinya. Alan (Shaka) dengan rasa tak percaya dirinya. Akankah salah satu dari mereka punya cukup keberanian untuk menyuarakan perasaannya? Dan mungkinkah cinta bisa menyembuhkan luka lama-termasuk luka Annala dari keluarganya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kue Stroberi Tahun Depan
  • Bukan Cerita Kita
  • ALVANO ALASTAR
  • RAPUH!
  • SandalWood (Selesai) on revision
  • ANTARA KITA
  • NAWACITA [TERBIT]
  • Marakarma
  • Kesedihan [SELESAI]

Di dunia yang tak memberinya banyak alasan untuk bertahan, Arnala Radinka Askara menemukan satu hal kecil yang membuatnya tetap hidup-kue stroberi. Manisnya kue itu menjadi pelarian dari kepahitan rumah yang penuh kekerasan dan luka. Di sekolah, Nala adalah siswi berprestasi di bidang akademik, memiliki satu teman yang setia bernama Lia. Hanya Lia-teman sekolah Nala yang tahu bagaimana rasanya pulang ke rumah yang bukan rumah, menghadapi keluarga yang tak memberinya kasih sayang, banyak ketakutan dan luka. Hingga suatu hari, Adran muncul dalam dunianya-seorang lelaki yang diam-diam telah menyukainya selama lima tahun. Lima tahun menyukai Arnala bukanlah waktu yang singkat, dan dalam lima tahun itu, ia sudah tahu segalanya. Tentang rumah yang tak bisa disebut rumah, tentang kesepian yang Arnala sembunyikan, dan tentang satu hal kecil yang membuatnya tetap bertahan-kue stroberi. Adran tak pernah ragu. Ia tahu ia harus melakukan sesuatu. Tapi bisakah seseorang yang selama ini hanya menjadi bayangan benar-benar mengubah hidup seseorang yang hampir menyerah? Namun, apakah kasih sayang sederhana cukup untuk menyelamatkan seseorang yang telah lama kehilangan harapan? Ketika batas antara bertahan dan menyerah Semakin tipis, akankah Nala memilih tetap hidup? Atau ini hanya kisah tentang seseorang yang sudah terlalu lelah untuk melanjutkan segalanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines