Pulihkan Luka

Pulihkan Luka

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 17, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Pada titik dimana hidupku terasa begitu hampa, seakan kebahagian tak pernah berpihak kepadaku. Pada saat itu aku termenung memikirkan segalanya, mencari kegiatan untuk mengobati setiap luka yang pernah ada. Hingga pada detik ini aku berdialog pada diri sendiri, bertanya-tanya aku ini kenapa? sering memikirkan hal yang tak seharusnya aku pikirkan. Hingga pada tahun lalu aku memutuskan menulis untuk meluapkan segala kesedihan yang aku rasakan, lantas mengapa tak mengadu kepada Sang Pemilik Jiwa ini? Terkadang kita juga perlu berinteraksi pada sesama, lantas jika kita tak memiliki seorangpun untuk bercerita lalu akan bercerita kepada siapa? seseorang meluapkan kesedihan dengan berbagai macam cara, ada yang bermain musik; berolahraga; sepak bola; melukis atau menggambar dan sebagainya, dan kini aku meluapkannya dengan menulis. Bagiku menulis adalah caraku mengekspresikan diri, caraku meluapkan segala emosi, caraku menasihati diri sendiri dan aku berharap dengan menulis membuatku lebih tenang, dan bisa menyembuhkan luka-lukaku secara perlahan. Tetapi itu semua jelas tidak mungkin tidak ada campur tangan Sang Ilahi Rabbi, semua atas ketetapan dariNya. Bismillah buku ini hadir, semoga dapat menyembuhkan setiap luka yang pernah ada entah itu lukaku atau lukamu. Jadi seberat apapun masalahmu tetaplah kuat! Hadapi setiap masalah itu, aku yakin kamu pasti bisa. Sebab Allah selalu bersama hambaNya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • The last song of our love in London •END•
  • Akhir Penantian Diujung Senja
  • Slow Days (FIN)
  • THE TRUE LOVE
  • My Heart Boat
  • QODARULLAH
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Stay Or Gone ✓
  • I'M - Hanna Darmiar (Perjalanan Mencintai Takdir)

Seberapa besar harapmu dalam ambisi yang begitu menggebu. Menempuh perjalanan bahagia dan luka, terbuai janji dan termakan waktu. Harap ku, semoga dirimu tidak pernah membenci siapapun dan tidak pernah menyalahkan keadaan dan begitupun tidak pernah membenci dirimu sendiri dan semoga selalu dalam kasih sayang Tuhan. Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri. Belajar mengenal lebih dekat dengan diri sendiri, mencintai tanpa batas, saling menghargai dan mendengarkan tanpa harus menuntut segala situasi dan kondisi yang ada saat ini. Terimakasih Tuhan dan terimakasih untuk diri saya sendiri, semoga semesta berpihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines