Ashes of Justice

Ashes of Justice

  • WpView
    přečtení 222
  • WpVote
    Hlasy 22
  • WpPart
    Části 2
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno ned, čvc 27, 2025
Di balik kehidupan gemilang Adriel Villoxxinia Morvayne, gadis cantik dengan segudang prestasi yang selalu menjadi kebanggaan keluarganya, tersimpan luka yang membara. Kehidupan sempurnanya hancur saat ledakan tragis merenggut nyawa sang ayah, Victor Darnell Morvayne, seorang konglomerat berpengaruh yang mendadak dituding sebagai dalang bisnis gelap terbesar di negaranya. Kemarahan Adriel semakin memuncak saat kasus kematian ayahnya ditutup begitu saja, tanpa keadilan yang seharusnya. Dibayangi kenangan pahit kehilangan sang ibu akibat penyakit mematikan, kini Adriel harus menghadapi dunia yang penuh kebohongan dan pengkhianatan seorang diri. Instagram: @snnnaaadu WARNING!!: Novel ini masih dalam proses, Ada banyak narasi yang sudah dan akan di ubah!
Všechna práva vyhrazena
#662
novelindonesia
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Althalan Vs Amore
  • SHE'S DEVIL || ENDING
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Irene's Mission!
  • REVENGE
  • RayRel?
  • Naura & Lukanya
  • The Silent Vow
  • AMBIVALEN [TERBIT]✔

Jangan lupa follow Ig: ZinniaPeruviana Di hadapan Althalan, seorang wanita berlutut, menggenggam tangannya yang dingin. Amore. Wajahnya pucat, air matanya bercampur dengan rintik hujan yang membasahi pipinya. Perutnya yang membesar menandakan kehidupan yang sedang ia lindungi-anak kembar yang masih belum lahir, darah daging Althalan. "Kamu nggak boleh mati, Alva...!" "Kamu janji bakal ngebesarin mereka bareng aku, kan?! Kamu nggak boleh pergi sekarang!" Althalan terkekeh lemah. Darah mengalir dari sudut bibirnya, tapi sorot matanya masih samapenuh dominasi, penuh kepastian. Tubuhnya gemetar, tapi bukan karena ketakutan. "Dengerin aku, Lova..." "Anak kita... mereka akan lahir membawa darah aku... Mereka bakal lebih kuat, lebih kejam... dunia ini nggak bakal bisa ngelawan mereka." Amore menggeleng, air matanya jatuh lebih deras. "Jangan ngomong gitu, dasar brengsek! Mereka butuh kamu! Aku butuh kamu!" "Amore" Suaranya kini terdengar lebih dalam, hampir seperti bisikan maut. "Jangan takut. Aku udah senang karena mereka sebentar lagi akan lahir, mereka warisan yang jauh lebih besar dari apapun, mereka nggak akan tumbuh sebagai manusia biasa." "Kita akan terus bersama, aku akan selalu berada di sampingmu sayang, jangan menangis seperti itu, lihat mereka tidak senang melihat mommynya menangis! Mereka adalah dua pilar kehidupan, Walaupun aku sudah tidak ada didunia ini aku berjanji, akan terus melihatmu bahagia bersama kedua anak kita sayang!" Hujan terus turun, membasahi wajahnya yang semakin pucat. Aura iblisnya berputar semakin liar, sebelum akhirnya menghilang bersama helaan napas terakhirnya. Althalan, akhirnya berhenti bernapas. Namun, di balik keheningan yang menyakitkan, dia bisa merasakan sesuatu yang lain dua kehidupan kecil yang sedang berkembang di dalam dirinya. Anak-anak mereka. Dengan mata yang masih dipenuhi air mata, Amore menunduk, bibirnya bergetar. "Mereka akan lebih kuat dariku..."

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu