Penuh Luka (On Going)

Penuh Luka (On Going)

  • WpView
    Reads 418
  • WpVote
    Votes 114
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 25, 2026
WpInfo
Fanfic
1Direction
No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. β€’β€’β€’ Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow duluπŸ’‹
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ALSTARAN [END]
  • LUKKA (MYG)
  • ALEYA~~
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • NESTAPA [On Going]
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • HIDDEN I (The End)
  • Aneyra -after meet you
  • Full Of Scratches

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines