a hunter.

a hunter.

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
kisah di sebuah negeri pelosok yang percaya akan adanya kehancuran bumi yang akan datang atas ramalan salah seorang tetua. Setiap 10 tahun sekali, mereka akan memilih satu orang untuk pergi menjelajah waktu dimana bumi dalam masa kehancuran untuk mencegah kehancurannya yang belum pasti sebab akibatnya. anehnya, setiap orang yang pergi tak pernah kembali dengan keadaan yang utuh, mereka ditemukan dalam kondisi mengerikan dengan bentuk yang aneh dan bekas luka yang.. mengerikan. itulah yang menyebabkan mereka mengirim satu orang untuk pergi dikarenakan terlalu banyak resiko, bagi orang yang telah mereka pilih, entah mereka setuju atau tidak, jikalau tetua memilih orang tersebut maka ialah orang yang dipilih dan tak akan bisa diganggu gugat. inilah yang terjadi pada Park Jonggun, di usianya yang berumur 20 tahun, ia diharuskan pergi untuk menjelajah waktu ke masa bumi akan hancur. Dan meninggalkan ibunya yaitu seorang janda sendirian. Bagaimana kah kelanjutan dari nasibnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kepingan Kisah dalam Sejarah
  • Burn it [END]
  • •SEVEN•
  • Paradox
  • Tengah Malam (END)
  • Ashita 2  :   your Memory Of Darkness
  • Catch Me If You Can
  • I Want You To Be Happy

Teguh seorang laki-laki yang terlahir pada pertengahan abad ke-20 di sebuah desa perbukitan yang menjulang dan gersang. Kehadirannya bagai permata bersinar untuk bapak dan ibu, bagaimana tidak, di usia yang masih belia, Teguh sudah disibukkan untuk membantu pekerjaan orangtua, namun hal itu tidak membuatnya surut akan semangat dalam mencari ilmu. Semua itu tak lain, karena dilatar belakangi oleh harapan sang bapak yang begitu besar kepada anak laki-laki pertamanya, agar kelak Teguh menjadi laki-laki yang mampu meniup ruh semangat pendidikan di kampung halaman. Setelah kelulusannya Teguh diperintahkan sang Kyai untuk mengikuti seleksi beasiswa belajar ke negeri Piramida. gayungpun bersambut karena Bapak tak kalah semangat mendorong putranya untuk mengikuti seleksi tersebut. Dan pada akhirnya nama Teguh berjejer rapih di papan pengumuman mahasiswa yang lolos dalam seleksi beasiswa dan siap diberangkatkan ke Mesir. Tapi hati Teguh tak siap, tidak seperti namanya, justru ia tak ingin pergi, langkahnya sangat berat untuk meninggalkan kampung halamannya. Hal itulah yang kemudian mendorongnnya untuk berbohong kepada bapakanya dengan mengatakan kabar sebaliknya, ia tak lolos seleksi beasiswa. Bagaimanakah perjalanan kisah Teguh selanjutnya? Apakah kebohongan itu akan bertahan lama, ataukah cepat tercium oleh sang bapak. Benarkah kesempatan belajar di negeri para nabi yang semua orang inginkan itu akan terlewat begitu saja hanya karena langkah beratnya meninggalkan kampung halaman? Mari ikuti perjalanan hidupnya yang penuh Inspiratif dalam buku Kepingan Kisah dalam Sejarah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines