PERUMAHAN RAKYAT MENGKUDU

PERUMAHAN RAKYAT MENGKUDU

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 21, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Perumahan mengkudu merupakan sebuah perumahan rakyat yang ditempati oleh beberapa keluarga dengan berbagai macam karakter. Perumahan tersebut dipimpin oleh seorang RT yang sangat ajaib tingkahnya. Tidak ada seorang pun di perumahan tersebut yang dapat menebak jalan pikiran sang RT. Tidak hanya memimpin perumahan, sang RT tersebut juga memiliki sebuah indekos yang dihuni oleh para bujangan-bujangan yang sedang dalam masa perantauan. Mulanya, para rakyat di perumahan tersebut hidup dengan tenang dan baik-baik saja hingga sang RT menculik seluruh kepala keluarga di perumahan tersebut guna mendiskusikan acara 17-an di perumahan mereka. Seperti apakah acara 17-an yang akan dilaksanakan di perumahan mengkudu? Dan apakah acara tersebut akan berjalan lancar dibawah pimpinan sang ketua RT? We Never Know. 'Kita gak salah milih ketua RT nih?' batin Supri 'kayaknya waktu mencalonkan diri jadi RT visi misinya gak serampangan kayak gini deh' sarkas Burhan dalam hati. 'masih bisa gak ya kalo RT nya di ganti sama nak Hilman saja' batin Hamdan mulai menyesali pilihannya. 'kan sudah saya bilang, harusnya saya saja yang jadi RT-nya' Budi pun ikut membatin menyayangkan pilihan warganya. Perumahan rakyat mengkudu ini merupakan prequel dari cerita yang akan datang. Jika berminat, silahkan berikan dukungan serta komentar ya. kritik dan saran terbuka untuk umum.
All Rights Reserved
#9
sisters
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Rumah Penuh Cerita
  • GERRY [END]
  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM
  • Berjalan Perlahan
  • Jalan Pulang (END)
  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN
  • Assalamualaikum Cinta
  • Senja Tanpa Damai
  • Araleya Titik Temu Semesta TTS1 (COMPLETED)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines