Dissident : I Want Freedom!

Dissident : I Want Freedom!

  • WpView
    Reads 1,875
  • WpVote
    Votes 687
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 21, 2025
"Papa Mama kamu apa gak marah tahu kamu perokok?" Baskara tampak santai berjalan mengikuti Asha, jarak mereka tak terlalu jauh sebetulnya. "Papa? Mama? Maksudnya sepasang manusia yang ngasih beban ekpektasi ke aku?" Asha menghentikan langkahnya dan menatap Baskara dengan tatapan yang sulit diartikan. Baskara terdiam saat mendengar itu, sebaliknya Asha malah menyelonong pergi meninggalkan Baskara. ... Asha menjadi seorang pembangkang (dissident) akibat tekanan orang tua yang menaruh ekpektasi padanya. Beban-beban itu akhirnya membuatnya haus akan kebebasan, terlibat perundungan membuat ya 'terpaksa' terlibat serangkaian kenakalan remaja. Tetapi keteledorannya membuat Asha terjebak pada trauma yang berkepanjangan. Akankah ia selesai dari traumanya? Baskara Putra merasa tertarik dengan kepindahannya yang sekarang, karena ia bertemu dengan Asha. Awal perkenalan keduanya yang tak baik membuat Baskara mulai mengenal Asha. Apa Baskara akan membantu Asha keluar dari traumanya? Atau malah ikut terjebak dan menjadi seorang dissident? #1 Freedom #2 Kenakalanremaja
All Rights Reserved
#514
lucifer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DAKSA [END]
  • Jiwa Yang Berbeda ? (End)
  • GADIS (Lengkap belum revisi)
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • Wound's Strengthen Oneself (Not Continued)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Aku juga ingin disayang
  • Another Soul (Transmigrasi) [END]

[FOLLOW DULU SEBELUM BACA] PART MASIH LENGKAP! "Kemana tadi?" Daksa yang mendengar pertanyaan Kara jadi gugup dan bingung harus jawab apa "JAWAB!" ucap Kara dengan nada yang lebih tinggi "Tadi habis..habis...habis..anu..itu..." jawab Daksa bingung dan menggaruk pipinya yang tidak gatal "Jawab jujur atau gue lebih marah" "Tadi gue habis nganterin Elsa belanja ke mall, gue mau nolak sebenernya tapi dia ngancem putus" Kara yang mendengar itu menghebuskan nafas kasar Daksa Pramudya Aksara, laki-laki yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ini memiliki sifat dingin,ganas,cuek,tapi kalau udah ada pawangnya jinak. Daksa adalah salah satu murid nakal sekaligus berprestasi disekolahnya. Daksa memiliki sahabat perempuan yang sangat ia jaga,kalau ada yang ganggu sahabat kesayangannya ini, jangan harap bisa selamat dari amukan Daksa Karana Anastasya Rajendra, perempuan yang masih duduk di kelas 2 SMA ini memiliki sifat yang jutek, galak, tapi penyabar dan penyayang, apa lagi kalau udah berhadapan sama sifat sahabat laki-lakinya itu. Cuma Kara yang bisa jinakin sahabatnya ini. Banyak yang berfikir kalau hubungan Daksa dan Kara lebih dari sekedar sahabat. Tapi keduanya tidak mempedulikan itu, mereka hanya berteman dan mengangap hubungan mereka seperti adik-kakak. Tapi.... tidak ada yang tahukan kedepannya bagaimana Masalah yang datang di hubungan mereka membuat mereka menyadari perasaan mereka yang sebenarnya.... Gambar di cerita : Pinterest Publish : 25/06/21 End. : 18/10/21 TAHAP REVISI REPOST : 11/11/21 SELESAI : 11/12/21 [DON'T COPY MY STORY!!] 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻

More details
WpActionLinkContent Guidelines