Atlantis

Atlantis

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Oct 19, 2024
Ivanov hidup dalam kesendirian di sebuah tempat yang mencerminkan jiwanya-ruangan sunyi yang dibangun dari keyakinan dan makna yang ia kumpulkan sepanjang hidup. Namun, seiring waktu, sesuatu mulai berubah. Retakan-retakan kecil muncul di dinding, dan setiap hari ia menyaksikan ruang itu perlahan runtuh, sama seperti nilai-nilai yang pernah ia pegang teguh. Dalam perjalanan batinnya, Ivanov menghadapi pertanyaan mendalam tentang hidup, harapan, dan makna. Ia tidak lagi bisa berpaling dari keraguan yang menggerogoti fondasi yang dulu ia anggap pasti. Di tengah kehancuran yang semakin dekat, ia harus memutuskan: terus mencari jawaban atau menerima kehampaan yang ada di hadapannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Enchantress, Return of The Guardian [LOTR fanfic]
  • Quant (On Going)
  • 𝐂𝐡𝐫𝐨𝐧𝐢𝐜𝐥𝐞 𝐨𝐟 𝐍𝐚𝐦𝐞𝐥𝐞𝐬𝐬 𝐆𝐢𝐫𝐥 (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Psikopat Digital? [End]
  • ELVANDRA WILLIAMS (Revisi)
  • Evanescent
  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • Menyusuri Retakan Dunia

✨ series kedua "The Enchantress" ✨ Ketika sebuah insiden tak terduga membangkitkan ingatan-ingatan yang perlahan mengaburkan batas antara ilusi dan kenyataan, Luna dipaksa menghadapi masa lalunya yang menyakitkan - mimpi buruk di masa depan dan kekacauan besar yang terjadi akibat perbuatannya. Terdesak oleh rasa bersalah yang mencekik dan kerinduan yang tak terobati, Luna bersumpah akan menemukan jalan kembali ke Middle-Earth, meski harus mempertaruhkan segalanya. Namun, apa yang dia pikir sebagai jawaban atas doanya ternyata menyimpan teka-teki yang jauh lebih gelap. Sebuah kekuatan misterius menariknya kembali, bukan ke tempat yang dia kenal, melainkan ke masa yang ingin dihindarinya. Di tengah keheningan sebuah menara tua, dikelilingi bayang-bayang yang terasa hidup, suara dingin nan menggema menyambutnya: "Selamat datang di Middle-Earth, Enchantress." Perasaan asing menyelimutinya-bukan hanya waktu yang telah berubah, tetapi juga tempat tersebut. Sosok-sosok yang seharusnya tidak mengenalnya tampak menunggu, seolah mereka telah lama merencanakan kehadirannya. Apakah ini peluang untuk memperbaiki segalanya, atau awal dari kehancuran yang lebih besar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines