SOSOK KAKAK

SOSOK KAKAK

  • WpView
    Reads 1,268
  • WpVote
    Votes 752
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Tiktok : au_lilisa "Berkali kali pun aku berteriak tidak sanggup, setiap harinya selalu ada hal berat yang tidak diminta yang harus ku tanggung di pundakku". Alvia anak perempuan pertama, biasa yang dituntut untuk sempurna. Tumbuh tanpa sosok Ayah. Ayahnya jarang pulang kerumah dikarenakan bekerja sebagai kapten kapal pesiar yang hanya pulang bisa dihitung jari. Alvia juga terkadang merasa iri, melihat teman - temannya mendapat kasih sayang dari orangtuanya. Lama - kelamaan Alvia menjadi kuat saat menghadapi masalah. Alvia menyimpan masalah dan lukanya sendiri. Alvia melampiaskannya dengan menangis sekencang - kencangnya sampai ia merasa lega. Sering dibentak, disalahkan, dikata - katai, bahkan disakiti oleh Ibunya sendiri. Dituntut berbagai macam hal, bahkan harus jadi sosok yang sempurna untuk Adek - adeknya. Pada akhirnya Alvia harus sabar menerima kenyataan hidupnya ini. Bangkit sendiri bahkan menguatkan dirinya sendiri yang di tahap "sangat lelah".
All Rights Reserved
#914
kuat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • Yang Sempurna || •COMPLETED•
  • Aku Bukan Dia ( kita Berbeda )
  • AFKARA [END]
  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Different (END)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Mom, I'm Sorry
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines