SOSOK KAKAK

SOSOK KAKAK

  • WpView
    Reads 1,265
  • WpVote
    Votes 752
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 15, 2025
Tiktok : au_lilisa "Berkali kali pun aku berteriak tidak sanggup, setiap harinya selalu ada hal berat yang tidak diminta yang harus ku tanggung di pundakku". Alvia anak perempuan pertama, biasa yang dituntut untuk sempurna. Tumbuh tanpa sosok Ayah. Ayahnya jarang pulang kerumah dikarenakan bekerja sebagai kapten kapal pesiar yang hanya pulang bisa dihitung jari. Alvia juga terkadang merasa iri, melihat teman - temannya mendapat kasih sayang dari orangtuanya. Lama - kelamaan Alvia menjadi kuat saat menghadapi masalah. Alvia menyimpan masalah dan lukanya sendiri. Alvia melampiaskannya dengan menangis sekencang - kencangnya sampai ia merasa lega. Sering dibentak, disalahkan, dikata - katai, bahkan disakiti oleh Ibunya sendiri. Dituntut berbagai macam hal, bahkan harus jadi sosok yang sempurna untuk Adek - adeknya. Pada akhirnya Alvia harus sabar menerima kenyataan hidupnya ini. Bangkit sendiri bahkan menguatkan dirinya sendiri yang di tahap "sangat lelah".
All Rights Reserved
#8
anakperempuanpertama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sepotong Kekosongan [ THE END ]✔︎
  • Alisa's Story
  • MEMELUK LUKA [END]
  • BAD BOYS & BAD GIRLS [Revisi]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Nathalea
  • Dandelion [TERBIT]
  • AFKARA [END]
  • Different (END)

⚠️ DILARANG MENYALIN CERITAKU❗️ - Aku tumbuh dalam dunia yang sejak awal terasa pincang-tanpa sosok ayah, tanpa genggaman tangan yang menuntunku melewati masa kecil yang seharusnya hangat. Yang ada hanya keheningan, pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah mendapat jawaban, dan ruang kosong yang tak bisa diisi oleh siapa pun. Hidup mengajarkanku untuk menjadi kuat bahkan sebelum aku tahu arti kekuatan itu. Aku melihat ibuku berjuang sendirian, matanya menyimpan luka yang tak ia ceritakan, sementara aku belajar memahami kesedihan dalam diam. Aku tumbuh dengan beban yang tak seharusnya kupikul, memendam semua yang sakit, dan melangkah dengan luka yang tak terlihat. Ini bukan sekadar kisah tentang kehilangan, tapi tentang bagaimana aku bertahan. Tentang bagaimana aku menemukan caraku sendiri untuk berdiri di dunia yang terasa asing dan kejam. Tentang bagaimana ruang kosong dalam diriku perlahan berubah-bukan menjadi penuh, tapi menjadi bagian dari siapa diriku sekarang. "Sepotong Kekosongan" adalah kisah perjalanan seorang anak yang kehilangan sosok yang seharusnya ada, bertahan di tengah kesepian, dan menemukan kekuatannya sendiri di antara luka-luka yang tertinggal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines