Selaras Yang Bertepi

Selaras Yang Bertepi

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 16, 2026
"Kita sengaja dipisahkan oleh waktu, tapi aku takut bilang rindu" Selaras yang bertepi, bermula pada persahabatan Rendra dan Elin. Masa remaja yang berlalu dengan tawa bersembunyi dibalik rasa, saling memperhatikan satu sama lain. Hingga salah satu dari mereka mulai jatuh cinta, Rendra berhasil menyembunyikan perasaan ini diam-diam. Sedangkan Elin jatuh cinta sama orang lain, mengagumi dalam diam hingga laki-laki itu mulai menyatakan cinta. Namun, satu pinta Darian yang membuat Elin hanya menyanggupi untuk menjauhi Rendra. Walau begitu Rendra tidak akan pernah menyerah, sering mengajak Elin jalan berdua entas sekedar berangkat sekolah berboncengan, makan lalapan berdua dan saling mengunjungi rumah masing-masing. Rendra tinggal sendiri, rumah Elin tepat di depan rumahnya.Bahkan Elin sering curhat tentang Darian kepada Rendra, tetapi tanpa sadar justru itu sangat menyakitkan. Darian telah mengambil segala perhatian Elin untuk fokus padanya, hal ini membuat Rendra marah dan kecewa, lalu membuat keputusan yang membuat Elin merasa sangat bersalah. Nah, keputusan apa yang telah dilakukan Rendra?
All Rights Reserved
#101
bersatu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Is LOVE
  • Rindu
  • Tentang Rasa [TAMAT]
  • DEVIAN [END]
  • Maaf✓
  • Tentang Kita
  • Kelas A [End]
  • Red Velvet & Sunrise
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

More details
WpActionLinkContent Guidelines