Setelah Kepergian Bunda

Setelah Kepergian Bunda

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Sejak kecil, Clarissa Evania Veronica hidup dalam keluarga yang penuh kasih sayang. Ayah dan bundanya selalu menjadi panutan bagi kebahagiaan yang ia bayangkan akan abadi. Setiap tawa di meja makan, setiap momen kecil yang mereka habiskan bersama, selalu dipenuhi kehangatan. Clarissa, sebagai anak tunggal merasa tidak pernah kekurangan apa pun, baik dari segi perhatian maupun cinta. Namun, semuanya berubah drastis ketika bundanya meninggal dalam sebuah kecelakaan saat Clarissa baru menginjak usia remaja. Dua tahun setelah kepergian bundanya, ayah Clarissa memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang janda yang memiliki anak perempuan seumuran Clarissa. Pada awalnya, Clarissa mencoba menerima kenyataan ini. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa semakin tersisih. Ayahnya, yang dulu selalu memperhatikannya, kini tampak lebih fokus pada istri barunya dan anak tirinya. Clarissa yang dulu dikelilingi cinta, kini merasakan sepi yang menyayat hati dalam rumahnya sendiri. Apakah Clarissa akan mendapatkan kembali kasih sayang dari sang ayah?.
All Rights Reserved
#17
sadfamily
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Dinding, dan, Waktu
  • Being A Stupid Stepmother [END]
  • Baskara's World ✓
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • Antagonis Kesayangan Ku! END ✔️
  • 𝐎𝐁𝐒𝐄𝐒𝐒𝐈𝐎𝐍 [ 𝚂𝚕𝚘𝚠 𝚄𝚙𝚍𝚊𝚝𝚎 ]
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Eli Figuran Girl [END]
  • [BL] Sudden Omega
  • Rumah?

"Kesepian tidak selalu datang karena kita sendirian. Kadang, ia datang saat rumah terasa terlalu sunyi meski ada orang-orang yang kita cintai" Sera - anak tunggal yang tumbuh dalam rumah besar dan megah, tapi tak pernah benar-benar dihuni. Orang tuanya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga ia hanya ditemani dinding-dinding bisu yang lebih sering mendengar daripada kedua orangtuanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines