RACALA

RACALA

  • WpView
    Membaca 229
  • WpVote
    Vote 18
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 16, 2026
Di hari itu rintik hujan mengguyur seisi kota, cuaca sangat mendung hanya lampu lampu kendaraan, dan gedung pencakar langit yang menerangi kota. Pertemuan ketidaksengajaan Racala dan Camora di cafe, seolah sudah takdir garis tangan mereka. Racala tidak menyangka bahwa Camora akan menjadi bintang di kehidupan nya yang bagaikan bulan. Cerita ini akan menjadi saksi bagaimana perempuan yang kehidupannya nyaris sempurna bersanding dengan laki-laki tuna wicara. RACALA 2025. (Ig) @srnta.panie_
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#203
bisu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu
  • D'amore (End)
  • My Crush Boy Next Door (END) -TAHAP REVISI
  • Kembali
  • Mentari Tanpa Sinar
  • ADIKARA RESANDRA
  • Janji Surgaku (TAMAT)
  • EISHA [LENGKAP]
  • BULAN [END]
  • Zagreus : and The Little Damon

Bagaimana jika seseorang yang kamu panjatkan namanya pada Tuhan, agar tidak dipertemukan kembali di kebetulan mana pun itu muncul di hadapanmu? Itulah yang terjadi pada Bulan Falika Sajani. Lelaki pemilik nama Minoru Zale Arcturus itu datang dan menawarkan, tidak, memaksakan pernikahan pada seorang perempuan bernama Bulan Falika Sajani, perempuan yang ia kenal 15 tahun yang lalu selama empat bulan lamanya. Pernikahan, itu tidak ada dalam proposal kehidupan Bulan! Hanya ada dalam rencana Minoru yang jauh-jauh datang ke tempatnya berada sekarang. Bulan sudah sejauh ini, tapi Minoru tetap bisa menemukannya. Bulan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dipikirkan lelaki itu saat memutuskan hal sebesar itu dan sialnya! Bulan tidak bisa lagi untuk lari. Seumur hidup ia gunakan untuk berlari, tapi Minoru menariknya berhenti dan menjemputnya pulang. Bulan dan Minoru itu tidak cocok. Minoru yang manis bertemu dengan Bulan yang cuek bebek. Minoru yang tenang bertemu dengan Bulan yang ramai. Minoru yang hidup dengan kepentingan dan Bulan si yang penting hidup. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Bulan. Di mata Minoru, Bulan itu terang, selayaknya purnama yang sering ia ajak bicara. Bagi Bulan, Minoru terlalu putih untuk mengetahui sisi gelapnya. Tidak ada harapan untuk mereka yang tidak pernah sepaham. Namun, takdir punya cara mainnya sendiri. "Berapa banyak lagi perjanjian yang bakal kamu langgar? Kamu kira semuanya cuma bercanda? Kamu penuhi semuanya saja nggak membuat segalanya sepadan. Yang kamu minta itu hidupku." "Kamu terlalu lama hidup sendiri, sampai nggak tahu meja makan yang hangat itu kayak gimana." "... Dan, nanti kamu bakalan ngerti kenapa aku pilih pohon cemara buat di taman rumah kita." ― Cintanya Sudah Habis di Masa Lalu oleh Juuninichi -------------------------------- Dipublikasikan pertama kali: 12 September 2024

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan