Home Silent F20.0

Home Silent F20.0

  • WpView
    OKUNANLAR 145
  • WpVote
    Oylar 42
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan Cts, Tem 19, 2025
Aku resah menerka-nerka, kepalaku dipenuhi tanda tanya. Aku ada dimana!? Aku terpakur dalam diam, ditempat ini dengan segala emosi dan misteri yang menghuninya, menahan laju langkahku untuk bergerak. Aku takut... Aku harus pergi menuju cahaya... Hingga akhirnya terdengarlah lengkingan parau yang menyayat kelengangan. Tangisan itu menggema ke segala penjuru dan tak ditanggapi siapapun. Nalarku diguncang saat mengetahui dari mana sumber tangisan itu. Aura kegelapan menguar kuat, iblis-iblis itu berdiri tegak di gelanggang terbuka. Namun, yang ku saksikan didepan lebih menakutkan. Upacara ritual berdarah tengah berlangsung . Manusia diseret ketengah lingkaran dan dijadikan santapan pemuas hasrat hewan mereka. Orang-orang tanpa busana itu bernyanyi, menari, tertawa dan berteriak sambil memegangi kepala korban mereka. Darah yang mengucur dari tubuh korban, diminum bersama, dengan sebuah mantra pemujaan kepada iblis yang menyesatkan. Mata orang itu kosong dan buas, seakan jiwanya telah sirna dari raganya. Sehingga mereka bisa menyatukan diri mereka dengan semesta dan pencipta setelahnya, melepaskan segala hawa nafsu dunia hingga ketitik puncak kepuasan. Dan mereka menamai diri mereka PREDATOR... _________________________
Tüm hakları saklıdır
#579
iblis
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • DOSA DIAM
  • INDIGO 2 ✓
  • Mantra Penghancur Moral
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • Doctor Chef [ TERBIT ] -Order By 0851.6281.3004
  • Jeritan Anak Broken Home 17+
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • Jangan Takut
  • MISTIS
  • MALEVOLENCE
DOSA DIAM

Di balik pagar tinggi dan lantunan ayat yang terus mengalun, ada tempat yang tampak damai. Setiap hari diatur oleh jadwal yang sama, suara azan yang memanggil, dan wajah-wajah yang seolah tenang. Tapi ketenangan tak selalu berarti aman. Beberapa datang ke tempat itu untuk mencari ilmu, sebagian untuk mencari arah. Namun ada yang datang membawa beban yang tak kasat mata, beban yang tak bisa ditinggal di luar gerbang. Di dalam kamar-kamar sempit dan lorong-lorong yang tak pernah benar-benar sepi, sesuatu mengintai. Bukan sosok. Tapi perasaan. Tekanan. Dendam. Dan rasa bersalah yang tak pernah padam. Apa yang terjadi di masa lalu seolah terkubur rapi. Tidak ada yang berani membicarakannya, apalagi menanyakan. Tapi diam tidak pernah benar-benar memadamkan kebenaran. Ia hanya menundanya... sampai waktunya tiba untuk muncul dalam bentuk yang tak terduga. Dan ketika suara-suara samar mulai terdengar saat malam tiba, ketika tatapan menjadi dingin dan doa-doa terasa hampa-seseorang tahu bahwa tempat itu tidak lagi menjadi tempat berlindung. Tapi medan perang yang sunyinya bisa membunuh siapa saja yang memilih tetap diam.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi