(BL) ALINGGA

(BL) ALINGGA

  • WpView
    LECTURAS 617
  • WpVote
    Votos 44
  • WpPart
    Partes 28
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ene 27, 2026
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
® Original story. Menjadi putra dari Penguasa Kawah Gunung Berapi dengan Dewi Penguasa Bangsa Bunga, bukanlah pemikiran sederhana yang bisa Alingga pikirkan. Sebuah identitas merepotkan yang membuat kehidupannya sulit dan selalu berada dalam bahaya. Takdir memang kejam, namun akhir yang indah juga merupakan impian semua makhluk. Alingga sungguh ingin mengubah suramnya kawah menjadi suatu kemegahan yang menggoda nurani manusia; menjadi satu-satunya bunga yang mampu memeluk sang kawah dalam keabadian. Kian Sagara, "Aku ingin ratuku berasal dari Bangsa Bunga." Senopati Asoka menatap sang raja dalam kebingungan, "Prabu, saat ini Bangsa Bunga sudah hampir musnah. Yang tersisa hanyalah putik-putik kecil yang bahkan tidak lebih indah daripada api-api kecil di tungku rakyat miskin." Kian Sagara, "Ou, bukankah Bangsa Bunga masih memiliki seseorang dengan status tertinggi saat ini?" Senopati Asoka tertegun sebelum menjawab dengan ragu, "Ya, memang ada. Dan dia adalah satu-satunya putra dan calon raja Bangsa Bunga saat ini, Alingga Shankara." Kian Sagara, "Dalam tujuh hari, bawakan Pangeran Alingga ke hadapanku." perintahnya mutlak.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ken Angrok, Pendiri Singhasari
  • MISS ANTAGONIS WANT TO BE SIDE KICK! (Tamat)
  • blood moon
  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • I'm not Raya [√]
  • ALGAVARO
  • Aletha Queenza (End)

Ken Angrok membelai pipi Ken Umang, "Umang, kau tahu hanya kau yang aku cintai. Aku tidak ingin wanita yang aku cintai susah disini. Itu sebabnya aku ingin kau kembali. Aku tidak ingin ada apa-apa denganmu. Disini tidak hanya cuacanya keras tapi juga berbahaya. Pasukan Kediri bisa tiba disini sewaktu-waktu. Aku tidak bisa melihatmu terluka atau mati disini. Aku tidak bisa hidup tanpamu, Umang. Aku dan kerajaan ini membutuhkanmu." Kata-kata Ken Angrok bagaikan air sejuk yang menyirami bara dalam hati Ken Umang. Sebagai wanita ia ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi di dunia ini apa yang lebih berharga daripada cinta suami kepada istri ? Ken Umang sudah mendapatkannya. Ia memeluk erat sang suami. "Maafkan aku kangmas. Kadang aku keras kepala. Itu karena kepalaku sakit memikirkan status yang kau berikan padaku. kalau aku bisa memilih, aku lebih baik tidak menjadi istrimu daripada kau sematkan status selir padaku. Status itu sangat menyakitkan hatiku. Aku bukan mainanmu. Aku bukan tempat pelampiasan nafsumu. Aku bukan hadiah untukmu. Aku lah yang berjuang dari nol denganmu, kakang, tapi apa yang didapatkan anak-anakku kelak ? Nol. Tidak ada. Buatku aku sudah cukup puas mendapatkan cintamu. Tapi bagaimana dengan anak-anakku ? Apa yang kuberikan pada mereka ?" Ken Umang menangis sesegukan sambil memeluk sang suami. Walaupun ia merelakan tahta jatuh ke tangan anak-anak Ken Dedes tapi sebagai ibu hati kecilnya tetap tidak ikhlas. -------------------------------------- Siapa yang tidak mengenal Ken Arok dan Ken Dedes ? Kedua sejoli ini adalah pendiri kerajaan besar Singasari. Tapi dibalik romance mereka, terdapat seorang wanita yang berhati besar yang merelakan tahta diberikan kepada putra-putra madunya demi rakyat Kediri, agar rakyat terlepas dari penderitaan yang tidak berkesudahan. Adakah Ken Umang - Ken Umang yang lain dimasa kini ? Ken Angrok, Pendiri Singhasari. Cerita berdasarkan bukti sejarah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido