(BL) ALINGGA

(BL) ALINGGA

  • WpView
    Reads 591
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 27, 2026
® Original story. Menjadi putra dari Penguasa Kawah Gunung Berapi dengan Dewi Penguasa Bangsa Bunga, bukanlah pemikiran sederhana yang bisa Alingga pikirkan. Sebuah identitas merepotkan yang membuat kehidupannya sulit dan selalu berada dalam bahaya. Takdir memang kejam, namun akhir yang indah juga merupakan impian semua makhluk. Alingga sungguh ingin mengubah suramnya kawah menjadi suatu kemegahan yang menggoda nurani manusia; menjadi satu-satunya bunga yang mampu memeluk sang kawah dalam keabadian. Kian Sagara, "Aku ingin ratuku berasal dari Bangsa Bunga." Senopati Asoka menatap sang raja dalam kebingungan, "Prabu, saat ini Bangsa Bunga sudah hampir musnah. Yang tersisa hanyalah putik-putik kecil yang bahkan tidak lebih indah daripada api-api kecil di tungku rakyat miskin." Kian Sagara, "Ou, bukankah Bangsa Bunga masih memiliki seseorang dengan status tertinggi saat ini?" Senopati Asoka tertegun sebelum menjawab dengan ragu, "Ya, memang ada. Dan dia adalah satu-satunya putra dan calon raja Bangsa Bunga saat ini, Alingga Shankara." Kian Sagara, "Dalam tujuh hari, bawakan Pangeran Alingga ke hadapanku." perintahnya mutlak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [End]Intertwined Destiny || Shinazugawa Sanemi || Kimetsu No Yaiba
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • AIR MATA IBLIS : untold story of Kanaya
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • I'm More Than Just A Princess
  • [TAMAT] Api Unggun Terakhir
  • I'm not Raya [√]
  • MPG (MyPosesivGrlis)
  • MISS ANTAGONIS WANT TO BE SIDE KICK! (Tamat)

❝𝒜𝓅𝒶 𝓀𝒶𝓊 𝒶𝓀𝒶𝓃 𝓂𝑒𝓂𝒷𝓊𝓃𝓊𝒽𝓀𝓊, 𝒮𝒶𝓃𝑒𝓂𝒾?❞ Keadaan sedang sangat memanas. Kehadiran sosok keturunan iblis dengan darah terkutuk di tengah Korps memantik api perpecahan diantara anggotanya. Sebagian yakin dialah jawaban dari pemusnahan massal para iblis di dunia. Lainnya yakin dialah sumber kehancuran umat manusia. "Hanya jika kau tidak memberiku pilihan lain." Ketika matanya menatap tubuh berlumuran darah Hikari, Sanemi tahu ada yang salah. Terlebih kobaran dendam di manik galaksi bersinar terang. Begitu kebencian itu mulai diarahkan pada dunia yang ia bersumpah untuk menjaga, Sanemi sadar dia mungkin harus membunuh pasangannya. Hikari disisi lain, juga menyadari hal itu. "Bagus." Hikari mundur. Mengebor tatapannya di langit ungu pucat berlapis badai tebal. "Karena aku tahu aku sendiri tidak akan ragu menyingkirkanmu jika kau menghalangi jalanku." Sanemi adalah manusia yang telah sampai di puncak kekuatannya, Hikari adalah penyeimbangnya. Dua manusia istimewa saling berjalan bersisian, berusaha mengurai rahasia jalinan takdir rumit yang mengikat keduanya. Satu untuk bebas, yang lain untuk lebih menjerat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines