Senandika Dua Jiwa

Senandika Dua Jiwa

  • WpView
    Reads 170
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 11, 2024
Disebuah kafe kecil ditengah riuhnya kota Bandarlampung, Tasa dan Daka pertama kali bertemu. Daka, mahasiswa dengan kehangatan dan senyum yang menenangkan, berhasil menarik perhatian Tasa, calon guru Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Lampung yang pendiam namun penuh pemikiran. Meskipun berbeda karakter, mereka menemukan kenyamanan dalam satu sama lain, bahkan sempat berkolaborasi dalam sebuah proyek yang menyatukan sastra dan teknologi. Kolaborasi mereka bukan sekadar kerja sama; ada sinergi unik yang muncul dari perpaduan ide-ide mereka, menciptakan kenangan indah yang selalu terukir di hati. Meski Tasa segera jatuh hati pada Daka dengan segala ketulusannya, Daka menyimpan luka dari masa lalu-sebuah trauma yang masih menghantui. Meski ia berusaha tersenyum, ada tembok tak terlihat yang membatasi dirinya. Tasa menyadari hal itu, namun ia tetap setia mendampingi, berharap suatu hari Daka bisa melepaskan bayang-bayang traumanya. bagaimanakah kelanjutan kisah mereka? akankah berakhir dengan indah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senandika : Titik Temu
  • Literasi Rasa
  • Hanami | TELAH TERBIT
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • Antara Dua Dunia
  • Aira
  • Salma yang bertabrakan dengan mahasiswa kedokteran, dan berakhir dengan hubungan

Arkana hanya berniat pulang kerja seperti biasa, hingga pertemuannya dengan seorang perempuan di kereta mengubah segalanya. Alira, dengan tatapan hangat dan senyuman penuh rahasia, datang dan pergi seperti mimpi yang belum sempat diingat. Namun takdir belum selesai bicara. Ketika Alira menghilang tanpa jejak, Arkana tenggelam dalam penantian panjang yang dipenuhi tanya. Tapi hidup terus berlanjut, dengan kafe yang jadi tempat berlindung, teman-teman yang konyol sekaligus tulus, hingga secercah harapan yang muncul dari potongan petunjuk yang berserakan. Senandika bukan sekadar kisah cinta dua insan. Ini adalah cerita tentang kehilangan, harapan, keluarga, dan keberanian untuk mencintai meski luka belum sembuh sepenuhnya. Dan ketika mereka bertemu kembali, apakah cinta masih tinggal di antara jeda waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines