Elysium - Sylus x Reader

Elysium - Sylus x Reader

  • WpView
    Reads 1,255
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 21, 2024
"Kau akhirnya datang," Suaranya rendah, penuh teka-teki dari laki-laki bertubuh jangkung bernama Sylus. "Aku sudah menunggumu." Lanjutnya. Dunia ini bernama Elysium, sebuah alam yang terpisah dari dunia nyata, tersembunyi di balik kabut misterius. Elysium dipenuhi oleh makhluk magis, kerajaan yang terbuat dari kristal, dan hutan yang dapat berubah bentuk sesuai dengan suasana hati mereka. Energi dari bintang-bintang dan planet-planet di galaksi mengatur keseimbangan sihir di Elysium. Namun, keharmonisan ini mulai rusak oleh kekuatan gelap dari dimensi lain, yang dikenal sebagai Deepspace.
All Rights Reserved
#2
lads
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terraciel World: Nyanyian Darah Tertua
  • The Intimacy
  • Eternal Oath | Sylus • Love And Deepspace
  • La Vie En Rose || Sylus (Love And Deepspace)
  • Setelah Ketahuan Bisa Membaca Pikiran Si Gila, Hidup Jadi Semakin Penuh Harapan

Varie melangkah ragu menuju aula utama. Matanya menyapu deretan kursi bertingkat yang tak terhitung jumlahnya. Mungkin ada ribuan, atau lebih. Belum pernah ia melihat aula sebesar ini. Jantungnya berdebar, antara gugup dan kagum. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Pandangannya menyapu ruangan dan terhenti pada sepasang mata biru yang begitu familiar. Pemuda itu, Kael. Sosok yang kini lebih dewasa, namun tetap dengan tatapan tajam yang tak pernah berubah. Varie menahan napas, matanya sejenak membeku. Tidak mungkin, Ini bukan kebetulan, kan? Tentu saja itu Kael, meskipun dia tampak jauh berbeda dari yang ia ingat. Kael melangkah pelan ke arahnya. Langkah-langkahnya tenang, terukur. Bukan terburu-buru, tapi juga tidak ragu. Seolah jarak di antara mereka memang tinggal menunggu waktu untuk dijembatani. Kael berhenti tepat di hadapan Varie. Beberapa detik hanya diisi keheningan. Sorot matanya tetap tajam, tapi dalamnya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, rindu yang ditahan terlalu lama. "Varie." Suaranya pelan. Varie mengerjap pelan. "Kael" ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri. Tubuhnya seolah butuh waktu untuk menerima kenyataan itu. Tatapan mereka bertemu. ----- Di antara konspirasi kekuasaan, sihir pemusnah, dan kebenaran yang terlupakan, mereka dihadapkan pada pilihan: Mengikuti jalan yang ditentukan atau Membentuk takdir baru bersama. Darah dan mesin. Jiwa dan sistem. Saat keduanya bersinggungan, dunia tak akan lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines