Flos Inter Spinas

Flos Inter Spinas

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 2, 2025
WpInfo
Fiction
Historical
Di tengah kegelapan yang tak terbayangkan, Puella Olea, terjebak dalam nasib kelam setelah kotanya dijarah, berjuang untuk mempertahankan harga diri dan kebebasannya. Dipenjarakan di pasar budak yang kejam, Olea harus menghadapi kenyataan pahit yang memaksanya untuk beradaptasi dengan dunia yang sebelumnya tidak pernah ia kenal. Namun, di balik pelindung dingin dan ketidakpedulian penjaga bernama Peregrine, tersembunyi sebuah kisah yang lebih dalam. Peregrine, anak dari pria bengis kota Brorich, berjuang untuk menghentikan tirani ayahnya sambil berpura-pura setia kepada sang diktator. Dalam ketegangan yang meningkat antara mereka, Olea dan Peregrine menemukan bahwa tujuan mereka mungkin saling berhubungan, meskipun perasaan yang bermunculan di antara mereka mengancam untuk membakar jembatan yang mereka bangun. •-•-•-• Saat malam semakin gelap dan langkah-langkah mendekat, Olea menatap Peregrine dengan mata penuh harapan, "Apa yang akan kau lakukan jika kita tertangkap?" Peregrine menelan ludah, suara beratnya berbisik, "Aku akan melindungimu... atau mati berusaha."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (END)
  • GASA [end]
  • Caramel
  • ALEXON [END]
  • DERAN
  • Caged
  • CINTA YANG NYATA
  • Aksa

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. Semua orang mengatakan Gita adalah penyebab kematian saudara kembarnya. Tidak ada yang peduli untuk bertanya bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Sejak tragedi itu, hidup Gita berubah sepenuhnya. Gadis yang dulu ceria kini hidup dalam bayang-bayang masa lalu, dikelilingi tatapan yang menghakimi dan tuduhan yang tak pernah hilang. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia mulai mencoba menata hidupnya kembali, serpihan kebenaran yang lama terkubur perlahan muncul ke permukaan. Namun semakin dekat Gita pada jawaban yang selama ini ia cari, semakin ia menyadari bahwa tidak semua luka berasal dari kebencian. Sebagian lahir dari kata-kata yang tak pernah diucapkan. Dan sebagian lagi dari pertolongan yang datang terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines