187 Hari Bersama Nadia

187 Hari Bersama Nadia

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 22, 2024
"Pah, emang ini jaman siti nurbaya? perjodohan kaya gini tuh kolot bgt tau ga sih." Gadis bermata hazel itu bersidekap tangan didada. kesal dengan keputusan Papa-nya yang begitu tiba-tiba dengan menyuruhnya menikah dini. Hendra tersenyum dan menghampiri anak bungsu kesayangannya yang cantik jelita. ia mengusap-usap puncak kepalanya sayang tak lupa mengecup pelipisnya. "Nak, papa khawatir. Kamu tahu kan kondisi perusahaan kita lagi gak baik-baik aja. Papa gak bisa sepenuhnya jagain kamu setiap saat. Yang bisa papa percayain cuma ajudan papa ini." kalimat Hendra terjeda, ia menoleh ke arah laki-laki berperawakan tinggi dengan postur tegap seperti biasa dan wajahnya yang menunduk tunduk. Hendra tahu, kalau ini bukan pilihan yang salah. Bagaimanapun juga ia harus cepat-cepat menikahkan bungsu kesayangannya atau keluarganya akan hancur berantakan. "Namanya Louis. Dia ini ajudan kepercayaan papa. Dia anak yang baik, papa yang besarkan dia sampai sekarang. jadi kamu gak perlu khawatir dia bakal nyakitin kamu" Hendra masih mencoba meyakini putrinya. Gadis bermata hazel itu masih merengkut ketakutan dipelukan Ayahnya. ia sedikit-sedikit melirik kearah laki-laki jangkung disamping meja kerja Ayahnya dengan takut. "De, liat Papa" Yang dipanggil pun mendongak keatas. "Papa janji, sampai urusan Papa selesai kamu boleh buat keputusan bercerai. Tapi untuk sekarang tolong ya. papa mohon" Suara lirih dan serak Hendra membuat kedua bola mata coklat yang indah itu mengeluatkan bendungan air mata. ia menangis pelan, lalu perlahan menjadi terisak. ia akhirnya mengangguk pelan. Hendra buru-buru menoleh kearah Louis. "Nomor 48. Sekarang namamu Louis. Mulai sekarang tugasmu menjaga anak bungsu saya." Suara Hendra berubah drastis, sangat Tegas dan Berat. laki-laki jangkung yang sedari tadi hanya menunduk dengan tegap kini bergerak dengan postur membungkuk hormat. "Yes, Sir. Perintah diterima" Lalu perjalanan dan kisah keduanya dimulai.....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Call Me Papa, Della!
  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • DIKANESHA
  • My Boss My Husband
  • The Billionaire Prison
  • The JERK Owns Her

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines