Agaphantus

Agaphantus

  • WpView
    Reads 1,301
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 26, 2024
Renjun tak pernah mengira jika hanya membaca akan membuatnya menjadi tersangka utama dari pembunuhan berencana, kesialan yang selalu orang ucapkan padanya itu hanya omongan belaka karena ibunya sangat menolak keras jika Renjun adalah anak pembawa sial. Ibunya begitu menyayanginya tanpa pernah mau mendengarkan omong kosong orang lain yang begitu menyakitkan, Renjun tumbuh dengan limpahan kasih sayang orang tuanya harus berakhir tragis karena dibunuh keluarga korban. itulah tanggapan orang pada Renjun saat ini, karena sebenarnya Renjun disembunyikan sang ibu disebuah goa untuk sementara hingga ia lupa kapan terakhir mereka bertemu atau setelahnya mereka tidak akan pernah bertemu lagi. karena saat Renjun pergi melewati pintu goa itu keberadaan nya dibelahan bumi yang sama dengan sang ibu sudah tidaklah sama lagi, ia melewati gerbang yang hanya bisa dilewati para pewaris asli dari suku Agaphantus.
All Rights Reserved
#29
wendi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • REPEAT (Noren)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • MAFIA It's LOVE🔞 Pdfkan
  • A Precious Wife ✔
  • [BL End]I am Married to a Mute
  • Duke's Wife ✔
  • Sweet Regret//NOREN//GS

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines