Poetry and Paint

Poetry and Paint

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
Langit yang cerah dengan awan awan putihnya yang mengepul membuat bentuk aneka ragam. Dataran yang luas berwarna hijau dengan rumput rumputnya yang mengalun perlahan diterpa angin. Jauh dibawah pohon bantaran sana, Perempuan dengan gaun putihnya, menggenggam kuas kecil, sesekali tangannya bersandar di dagu, tampak berfikir, hal apa yang harus ia lukis kali ini. Tanpa sengaja laki laki mengenakan atasan kemeja putih dan celana jeans coklat susu yang begitu netral. Laki laki itu sedang duduk dengan kucing yang setia disampingnya, menghadap ke langit, menikmati suasana yang damai. Tangan Perempuan itu lihai menyoret canvas yang masih kosong, selang beberapa menit akhirnya hasil lukisan tangannya selesai, tidak begitu buruk karena ia harus mengejar waktu, tidak tau kapan laki laki itu akan pergi. Ternyata sampai ia selesai pun Laki laki itu tetap pada posisinya. Perempuan itu tidak memperdulikannya, ia membawa pulang canvas itu dan di simpan dengan baik di ruangannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Make a Story With You
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • SMARA DIKTA
  • If we can together
  • Seribu Kisah | | GORESAN PESAN [COMPLETED]
  • BINTANG&BULAN
  • GRIZLEN {On Going}
  • ❲END❳ TRAPPED IN A HAREM NOVEL
  • Shadows of the Main Story
  • Selamat Siang dari Pluto [END] ✅

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ "Gama stop!" "Apa? Mau alesan ada urusan OSIS lagi? Kemarin Alga sekarang Galih besok kamu mau selingkung sama siapa lagi hah?!" "Terus aku harus jawabb apa kalau emang nyatanya itu urusan OSIS haa? Terus aku harus cari pembelaan diri apa kalo kamu nggak pernah mau percaya sama aku?!" Laki-laki itu terus menatap dirinya tajam. "Apa mau marah? Terserah!" Siang itu Rana menyesal meninggalkan Gama di sana dalam kondisi seperti itu, karena lagi-lagi dia menemukan kekasihnya dengan aura bereda yang sangat berbahaya. Rana membulatkan matanya menatap Gama yang memukul cermin di hadapannya "GAMA STOP!" Secepat kilat gadis itu menahan tangan Gama yang lagi-lagi akan mengayun ke arah cermin. "Lepasin gue." Suara dingin yang terdengar seperti geraman itu membuat Rana sontak mendongak, 'Tidak mungkin' "Ti..Titan?" HAYOO ADA APA NIHHH? KEPO? cus langsung baca aja ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ halo teman-teman, i'am back with my new story^^ Tapi Tapi Tapi Kali ini adalah kumpulan CERPEN IYA CERPEN, Kelihatan nggak seru? OH TENANG AKU JAMIN KALIAN AKAN JATUH CINTA SAMA SEMUA TOKOHNYA SOOO STAY TUNE YAW

More details
WpActionLinkContent Guidelines