Story cover for Ashes And Wind by alteornative
Ashes And Wind
  • WpView
    LECTURAS 528
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 1
  • WpView
    LECTURAS 528
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 1
Continúa, Has publicado abr 22, 2015
Kisah seorang gadis bernama Kayla Wolfe yang pindah kerumah bergaya hippie milik kerabat nenek nya. Kejadian aneh muncul saat dia terhanyut dengan hembusan angin lembut dan membuatnya berimajinasi tentang bayangan seorang gadis cilik yang berkembang dengan berjalan nya waktu.

Semakin lama Kayla semakin terikat kedalam kisah indah dan sedih itu,sampai suatu saat ia dilema dan memilih kehidupan normal atau memilih berada di bayang-bayang gadis yang disebut-sebut  bernama Wind yang telah lama hilang.

Sampai suatu saat di kehidupan nyata ia merasakan seseorang yang pernah ia temui di alam lain datang dan saling berbagi kisah serupa.

Tak ada dendam, hanya kesedihan yang mendalam yang terjadi di tahun
Todos los derechos reservados
Tabla de contenidos
Regístrate para añadir Ashes And Wind a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#227thrill
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Elegi Rasa : Pergi cover
Human Love cover
ECLIPSED cover
Here I'm (E.N.D) cover
Kehidupan kedua Mesha cover
Kutukan Tumbal cover
Now or Never cover
Transmigrasi Amora L² cover
Sahabat Antagonis  cover
Semesta Ingin Aku Bagaimana (?) cover

Elegi Rasa : Pergi

30 partes Concluida

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.