Xiangluo - Find The Truth

Xiangluo - Find The Truth

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 4, 2024
- bercerita tentang seorang pemuda yang selalu didatangi oleh kolektor barang antik. karena hanya dia yang tahu tempat diletakkannya sebuah artefak kuno yang konon menyimpan sebuah kekuatan besar dan tak terkalahkan. untuk itu banyak yang datang padanya menanyakan letak artefak tersebut. tidak hanya karena "sesuatu" yang ada didalamnya, namun artefak tersebut juga dibuat dengan bahan yang sangat langka di muka bumi ini. sedangkan pemuda itu tidak mau menyerahkan artefak tersebut kepada siapapun meski diiming-imingi oleh kemewahan seperti apapun karena beberapa alasan, yang pertama adalah karena artefak tersebut merupakan peninggalan terakhir dari keluarganya yang diwariskan kepadanya melalui ibunya. yang ke-dua dia sangat tahu "sesuatu" yang ada didalamnya betul-betul berbahaya bagi dunia, karena 19 tahun yang lalu dia melihat sendiri "sesuatu" tersebut hampir melenyapkan seluruh kota ..... . karena kejadian 19 tahun yang lalu tersebut pemuda ini tidak akan menunjukkan lokasi artefak tersebut kepada siapapun dan apapun alasannya. hingga suatu hari.....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • cahaya yang memilih gelap.
  • extra transmigration [End]
  • Yang Ditakdirkan
  • PEWARIS CINCIN KUTUKAN
  • kenzi laska Abraham
  • transmigrasi gadis pemalas[END]
  • the story of the seven brothers
  • Pemilik Setia
  • karunia allah(END)

--- cahaya yang memilih gelap dunia telah pecah dalam keheningan yang tak bersuara. langit kehilangan warnanya, bumi kehilangan arah. dan di antara reruntuhan kenangan dan abu masa lalu, seorang pemuda bernama aren voskhael melangkah- tidak untuk menjadi pahlawan, bukan pula untuk menyelamatkan siapa pun. ia berjalan hanya dengan satu tujuan: mengembalikan kalung terakhir ibunya ke tempat di mana patung sang ibu berdiri dalam kesunyian. di ujung dunia. di antara malam yang tak pernah pagi. dalam setiap langkahnya, ia memikul luka. dalam setiap tatapnya, ada bayangan masa lalu yang menari pelan. namun ia terus berjalan- bukan karena ia kuat, tapi karena hatinya tahu, bahwa cinta yang tak sempat diucapkan tetap layak diperjuangkan, meski harus mati untuk menyampaikannya. ini bukan kisah tentang kemenangan, melainkan tentang menerima kehilangan. tentang cahaya yang memilih gelap agar bisa menyinari satu jiwa yang dulu pernah memberinya kehidupan. ---

More details
WpActionLinkContent Guidelines