Dear Mr. Prosecutor

Dear Mr. Prosecutor

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 24, 2024
Bara Adyaksa Wijaya, jaksa yang terkenal tegas dan tanpa kompromi. Ia tidak pernah meminta maaf jika terpaksa menyakiti hati orang atau membengkokkan peraturan demi menuntut penjahat. Dengan kata lain Bara tidak bisa disuap dan sangat kaku. Karena itulah Bara orang pertama yang dimintai tolong oleh Miska Adelia, ketika adik gadis itu ditangkap dengan dakwaan palsu mengenai kepemilikan narkotika. Tanpa terduga, Bara menanggapi dan memperlihatkan simpati yang sama sekali berbeda dari reputasinya sehingga membuat Miska jatuh cinta. Bisakah hubungan mereka tetap profesional dikala Bara juga menunjukkan perasaan untuk Miska? Ataukah Bara hanya memanfaatkan gadis itu demi menyelidiki suatu kasus? Akankah Miskah memberikan hati dan kepercayaannya kepada pria yang bisa saja menghancurkan hati dan keluarganya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • OUR FAMILY [SJY&KMJ]
  • SKANDAL KAMPUS. (TAMAT)
  • Bara
  • Cinta Eksklusif (Perjudian)
  • Meraih Cinta Suamiku
  • triangle
  • Love To Close your eyes
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • Yes, That's Love

Menceritakan tentang satu keluarga yang begitu harmonis. "Lala tidak suka suara berisik Wira, menganggu." ucap seorang gadis kecil yang masih berusia tujuh tahun, Nada bicara nya biasa saja tetapi menusuk "Wira kan tidak bisu, Kalau Lala tidak suka keributan ya pergi saja sana!" jawab seorang anak laki-laki yang seusia dengan Lala. mereka kembar, tentu saja. "Berantem terus sih, Lala jangan begitu ya. Wira juga, saling maaf-maafan dulu" ucap ibunda- Sabila lula- mencoba menengahi pertengahan kedua bocah di hadapannya. tetapi Lala malah menaruh kedua tangan nya di depan dada dengan bibir maju beberapa centi "Kalau gamau maaf-maafan, Ayah engga mau beliin alat-alat lukis dan mainan buat kalian lagi." Ucap ayahanda- Jack Bert Wijaya- terdengar serius. Si kembar lantas saling pandang, dan yang pertama mengulurkan tangan adalah Wira. karena bocah itu takut sekali jika tidak di belikan mainan, menurutnya mainan itu separuh hidup nya. "Nah, begitu kan enak dilihat" Sabila dan Jack kompak tersenyum melihat kedua anak nya kembali akrab dan suasana terasa hangat. ⚠️LANJUTAN CERITA 'JATUH CINTA' ⚠️ Usahain baca cerita 'Jatuh Cinta' lebih dulu ya, tapi kalau engga mau juga ga masalah karena di cerita ini komplit. Tapi usahain yaa.. itung-itung bantu ramein cerita itu, hehe

More details
WpActionLinkContent Guidelines