ARABELLA ALBERT SALINA [END]

ARABELLA ALBERT SALINA [END]

  • WpView
    LETTURE 644
  • WpVote
    Voti 161
  • WpPart
    Parti 30
WpMetadataReadCompleta gio, dic 26, 2024
Livi adalah seorang gadis yang menghembuskan nafas terakhirnya di usia yang ke-16 tahun bersama dengan Ibunya. Penyebab kematiannya adalah, Livi berani menantang dan bertindak gegabah saat Ibunya disiksa oleh Ayahnya. Awalnya, kematian Livi dapat terhindar. Sang Ibu menggantikan Livi saat serangan pertama Ayahnya. Karena tersulut emosi saat melihat Ibunya tak berdaya, ia pun terbawa arus emosi hingga berakhir dengan nasib yang sama dengan Ibunya. Satu hal yang tidak ia duga sebelumnya, yaitu ia akan hidup ditubuh yang baru dan peradaban baru. Ia berharap bisa bertemu dengan sang Ibu di sini. Namun, apa yang ia harapkan tak kunjung kesampaian. Akankah Livi bahagia berada di tubuh barunya? Apakah ia akan sanggup menghadapi hidupnya dengan baik? Nantikan kisah selengkapnya di karya yang berjudul "ARABELLA ALBERT SALINA."
Tutti i diritti riservati
#2
fantasykerajaan
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • LUKA LILY {Revisi}
  • Secret Book{✔}
  • The hidden secret (HIATUS)
  • Rayuan Untuk Liby [Berlangsung]
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Cahaya Yang Hampir Hilang
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • Blue Sky [Tamat]
  • My Home

DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti