ARABELLA ALBERT SALINA [END]

ARABELLA ALBERT SALINA [END]

  • WpView
    LECTURAS 644
  • WpVote
    Votos 161
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadConcluida jue, dic 26, 2024
Livi adalah seorang gadis yang menghembuskan nafas terakhirnya di usia yang ke-16 tahun bersama dengan Ibunya. Penyebab kematiannya adalah, Livi berani menantang dan bertindak gegabah saat Ibunya disiksa oleh Ayahnya. Awalnya, kematian Livi dapat terhindar. Sang Ibu menggantikan Livi saat serangan pertama Ayahnya. Karena tersulut emosi saat melihat Ibunya tak berdaya, ia pun terbawa arus emosi hingga berakhir dengan nasib yang sama dengan Ibunya. Satu hal yang tidak ia duga sebelumnya, yaitu ia akan hidup ditubuh yang baru dan peradaban baru. Ia berharap bisa bertemu dengan sang Ibu di sini. Namun, apa yang ia harapkan tak kunjung kesampaian. Akankah Livi bahagia berada di tubuh barunya? Apakah ia akan sanggup menghadapi hidupnya dengan baik? Nantikan kisah selengkapnya di karya yang berjudul "ARABELLA ALBERT SALINA."
Todos los derechos reservados
#2
fantasykerajaan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Gladis Story [SELESAI ✓]
  • 𝐒𝐓𝐎𝐑𝐘 𝐎𝐅 𝐂𝐋𝐀𝐔𝐃𝐈𝐀
  • Rayuan Untuk Liby [Berlangsung]
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • LUKA LILY {Revisi}
  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • Cahaya Yang Hampir Hilang
  • I'm Bad Girl
  • Liana Story (END)

Livia tak menginginkan Kennard--bad boy paling ia hindari--menjadi saudara tirinya. Namun suatu malam, Livia mengalami peristiwa tak terlupakan bersama Kennard hingga mengubah perasaan keduanya. *** Meski tak memiliki seorang ibu, Livia Rinshi tetap hidup bahagia bersama ayahnya. Saat menginjak usia enam belas tahun, seharusnya Livia lebih berbahagia karena sang ayah menikah lagi. Tapi, tidak! Hidup Livia tak lagi sama ketika Kennard Vicco, bad boy yang paling ia hindari, menjadi saudara tirinya. **** Jantung aku kayak meledak waktu melihat cowok nggak pakai baju tiduran di kasurku. Aku menjerit kuat-kuat sampai Kennard tersentak dan duduk sambil melongo bego. Berkacak pinggang, aku berjalan ke arah ranjang bersprei Hello Kitty. "Ngapain kamu tidur di sini?!" Senyuman Kennard tersungging bikin wajahnya semakin tampan. Tapi, aku nggak pernah tergoda bujukan setan. "Biasa aja kali. Nggak usah ngegas," ujarnya rese. "By the way," Kennard turun dari ranjang dan berdiri di hadapan aku, "Mulai sekarang, lo kudu nurut apa kata gue atau ...." "Ihh ... nggak mau!" tolakku sambil memalingkan muka ke arah jendela, takut khilaf karena ngeliat otot perut Kennard. "Kalo lo nggak mau," Wajah Kennard mendekati aku, "Gue bakal bilang ke Bunda, semalam lo pergi ke mana." Mataku melebar, mulutku terbuka, perutku juga mulas, sementara Kennard menyeringai sadis. Oh, puh-lease! Aku ketahuan si Iblis! #BukanTeenlitBiasa ❤️ Dilarang baca jika kamu lemah iman, tak sanggup menerima ke-uwu-an, atau takut baper yang berkepanjangan. ❤️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido