kala senja mulai sirna

kala senja mulai sirna

  • WpView
    Bacaan 154
  • WpVote
    Undian 16
  • WpPart
    Bahagian 4
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Ahd, Feb 8, 2026
Satu kata dari cerita ini, Senja. Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata senja? bagi aruna senja sangat indah, seindah masa masa yang mungkin tak pernah bisa terulang lagi. Tapi bukan itu inti dari senja yang aruna suka, melainkan senja yang selalu berjanji datang kembali untuk memberikan setitik keindahan walau setiap harinya ia mau tak mau harus meninggalkan dunia dalam kegelapan yang suram. Bagi aksara senja di tepi pantai merupakan ruang kosong yang bisa memberikan ia celah untuk berpikir untuk apa ia tetap berada didunia. Dan semua itu terpancar dari jawaban senja yang ia lihat selama ini. Untuk kalian, aruna dan aksa menginginkan kalian melihat betapa indahnya kisah mereka kala senja sebelum akhirnya senja hilang dari permukaan bumi. °• •° °• haiiii selamat datanggg di cerita pertamakuuu, semogaa sukaaaa(⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini ver revisi ya gaaiss up seminggu sekalii yaa^^
Hak Cipta Terpelihara
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi