Pelangi Setelah Senja

Pelangi Setelah Senja

  • WpView
    Reads 9,211
  • WpVote
    Votes 2,132
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 24, 2025
Sejak kecil Hawa selalu diminta bersabar, diminta untuk mengalah, diminta untuk mengerti keadaan, diminta untuk terus berterima kasih dan tahu diri. Usianya sangat kecil saat itu, dan belum mengerti apapun. Dia tidak tahu apapun dan hanya bisa menurut. Kebiasaan itu terus berlanjut hingga dia dewasa, sekalipun hatinya merasa tidak nyaman, tapi dia tetap menuruti ucapan orang di sekitarnya. Hawa sangat merindukan kehangatan keluarga, karena sebagai orang yang ditinggalkan dia harus memohon dengan sangat jika dia menginginkan kehadiran keluarganya. Hawa bercita-cita ingin membangun keluarga yang hangat untuk dirinya sendiri. Dimana tidak akan ada lagi yang merasakan ditinggalkan seperti dirinya. Nyatanya mimpi hanyalah mimpi karena jika sudah menyangkut hubungan dengan orang lain, kita tidak bisa melakukan segalanya hanya dengan sendirian. Dapatkah Hawa mewujudkan mimpinya, atau justru pada akhirnya dia tetap berada di tempat yang selama ini dia huni sendirian?
All Rights Reserved
#894
suamiistri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Missed You
  • Istri Kedua Suamiku (END)
  • Arti Mimpi Alfarizki
  • Badai Rasa (TAMAT)
  • My Childhood Dream
  • Alshana
  • [3] My Wife Stella
  • NEVERTHELOST || Love In Silence
  • Sebening Syahadat 2 : Untaian Rasa

"Sudah terlalu banyak waktu dan hari yang aku lewatkan tanpa kamu. Mungkin sekaranglah waktunya untukku menghabiskan sisa umur bersamamu." Ucapnya sedikit terbata dan menghela nafas. "Maukah kamu menikah denganku?" Pintanya dan saat itu juga aku terkaget. Gak nyangka sama sekali jika dia akan terus dengan gigih melamar ku. Antara kaget dan masih gak percaya, gadis kecil itu kini datang menghampiriku. "Ibu Bya mau gak jadi Ibu buat aku sama Fabi?" Dan aku langsung memeluknya. "Iya sayang, Ibu mau." Jawabku sambil memeluk dan menciumnya. Awal bertemu dengan mereka, aku sudah sayang sekali dengannya. Terlepas dari sosok Ayahnya yang pernah jadi bagian masa lalu ku. Aku gak mau kehilangan dia lagi untuk kedua kalinya dan gak mau kehilangan 2 malaikat kecil yang sedikit banyak sudah memberi pengaruh dalam hidupku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines